Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2025, 22.25 WIB

Bangun Pengaruh di Industri Otomotif Jerman, Produsen Tiongkok Incar Pabrik-pabrik Volkswagen yang akan Ditutup

Volkswagen. (Drive) - Image

Volkswagen. (Drive)

JawaPos.com - Produsen mobil Tiongkok dikabarkan tengah mengincar pabrik-pabrik Volkswagen yang akan ditutup. Langkah ini memungkinkan Tiongkok membangun pengaruh di industri otomotif Jerman, yang menjadi rumah bagi beberapa merek mobil tertua dan paling bergengsi.
 
Seperti dilansir dari Reuters, Senin (20/1), VW telah lama menjadi simbol kehebatan industri Jerman yang kini terancam akibat perlambatan ekonomi global, dengan permintaan dan transisi yang sulit menuju teknologi hijau.
 
Sementara itu, memproduksi mobil di Jerman untuk dijual di Eropa juga memungkinkan produsen kendaraan listrik Tiongkok terhindar dari tarif Uni Eropa atas mobil listrik yang diimpor dari negeri Tirai Bambu tersebut.
 
Tawaran ini bisa datang dari perusahaan swasta, bisnis milik negara, atau usaha patungan dengan pemain asing, otoritas Tiongkok berhak menyetujui investasi tertentu di luar negeri dan kemungkinan akan terlibat dalam setiap penawaran sejak awal proses.
 
Meski begitu, keputusan ini tetap akan bergantung pada sikap pemerintah Jerman yang baru terhadap Tiongkok setelah pemilihan umum pada Februari nanti. Adapun hubungan Tiongkok-Jerman mendingin lantaran koalisi saat ini berupaya mengurangi ketergantungan dengan Tiongkok. 
 
Volkswagen sendiri sedang menjajaki penggunaan alternatif untuk pabriknya di Dresden dan Osnabrueck sebagai bagian dari upaya pemotongan biaya dan pengurangan operasi di Jerman. Produsen mobil terbesar di Eropa ini bahkan telah mengalami penurunan penjualan karena meningkatnya persaingan dari perusahaan Tiongkok.
 
Sebenarnya, para eksekutif VW ingin menutup beberapa pabrik, tetapi sempat menghadapi perlawanan dari serikat pekerja. Sebelum akhirnya mereka setuju untuk mengakhiri produksi di Dresden mulai 2025 dan Osnabrueck mulai 2027.
 
Perusahaan Tiongkok khawatir tentang bagaimana mereka akan diterima oleh serikat pekerja Jerman, yang memegang setengah dari kursi di dewan penasihat perusahaan Jerman. Ditambah mereka mencari jaminan lokasi dan pekerjaan yang luas.
 
Namun, seorang perwakilan serikat pekerja dari Osnabrueck, Stephan Soldanski, mengatakan para pekerja di pabrik itu tidak akan keberatan memproduksi untuk salah satu mitra usaha patungan Volkswagen yang berbasis di Tiongkok.
 
"Saya bisa membayangkan bahwa kami akan memproduksi sesuatu untuk usaha patungan Tiongkok, tetapi dengan logo VW dan standar VW. Itulah syarat utamanya," katanya.
 
Sementara itu, seorang juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok yang tak disebutkan namanya mengatakan perusahaan yang ingin berinvestasi di Jerman harus diizinkan untuk melakukannya.
 
"Tiongkok telah memperkenalkan serangkaian langkah-langkah keterbukaan untuk menciptakan peluang bisnis baru bagi perusahaan asing. Diharapkan pihak Jerman juga akan menjunjung tinggi pikiran terbuka, (dan) menyediakan lingkungan bisnis yang adil, jujur, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi," kata juru bicara tersebut.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore