JawaPos.com - Tidak lama lagi, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming genap berusia 100 hari. Tepatnya pada tanggal 21 Januari nanti. Sampai saat ini, pemerintah terus membangun pondasi untuk menjalankan program kerjanya.
Menyongsong 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, masyarakat diajak untuk mendukung upaya konsolidasi nasional. Seruan tersebut disampaikan Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sekaligus mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.
"Kita bangsa Indonesia dan khususnya kaum muslimin Indonesia wajib mendukung Presiden Prabowo dalam upaya Konsolidasi Nasional dan mengkonsolidasikan dunia Islam," katanya di sela pertemuan dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta pada Selasa (7/1).
Kiai Said mengatakan Indonesia harus menjadi leader bagi tumbuh berkembangnya peradaban muslim di dunia. Mengingat keberadaan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan mayoritas penduduk muslim.
Dengan adanya konsolidasi nasional dan konsolidasi dunia Islam, Indonesia bisa mempunyai peran penting dalam percaturan global. Dalam kesempatan itu, Kiai Said juga menyampaikan isi pertemuannya dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.
Dia mengatakan berupaya merajut kolaborasi Indonesia dengan Tiongkok. Ketika kekuatan ekonomi dan teknologi Tiongkok dipadukan dengan keislaman Indonesia, kedua negara bisa menguasai pasar muslim dunia.
Kiai Said menyampaikan LPOI siap membersamai pemerintah Indonesia dan Tiongkok untuk mensukseskan komitmen strategis yang telah disepakati. Khususnya dalam menggalang dan mewarnai Global Muslim Market dan Digital Muslim Ecosystem.
Dia menegaskan, kolaborasi kekuatan ekonomi, industri, dan teknologi yang dimiliki Tiongkok bersama kekuatan legitimasi ke-Islaman Indonesia merupakan potensi besar. Yang bisa di padukan untuk merajut masa depan pasar muslim dunia.
Dia menjelaskan, kemitraan Indonesia dan Tiongkok yang kokoh akan melahirkan warna peradaban baru bagi dunia. Kehadiran Tiongkok dalam segmen pasar muslim global, akan memberi nafas segar bagi berkembangnya industri halal dunia.
LPOI bersama pemerintah Tiongkok, Lembaga Lembaga Bisnis di Tiongkok, Perguruan Tinggi di Tiongkok, segera menyiapkan langkah langkah konkret dilapangan untuk mewujudkan Ekosistem Industri Halal dan Halal Center yang berstandar Global. Kiai Said juga menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok sangat terbuka dan progresif dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia Tiongkok.
"Dubes Wang Lutong sangat mengapresiasi dan kagum terhadap kebudayaan Indonesia," katanya. Serta menuturkan bahwa Indonesia memiliki relasi strategis dengan Tiongkok baik secara historis, psikologis kultural, maupun spiritual.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal LPOI Imam Pituduh, menyampaikan banyak terobosan yang akan dilakukan LPOI bersama Kedutaan dan Mitra Mitra di Tiongkok. Terutama dalam mewujudkan Interkoneksi Islam Indonesia dan Tiongkok dalam gagasan Islamic Silk Road yang secara bertahap akan diimplementasikan bersama sama.
LPOI siap menjadi garda depan penghubung Kemajuan Kemitraan Indonesia-Tiongkok. Mereka siap membersamai program program strategis yang memberikan dampak positif bagi kemajuan Indonesia Tiongkok.
"Khususnya terkait dengan kemajuan dunia Islam yang ramah damai dan toleran," pungkasnya.