
Pengabdi Setan 2: Communion, Film Terlama Sepanjang Sejarah Rapi Films./Abdul Rahman
JawaPos.com - Film Pengabdi Setan 2: Communion mengambil setting tahun 1980-an. Salah satu cirinya adalah media informasi masih mengandalkan radio dan tampilan TV juga masih menggunakan layar hitam putih.
Sutradara Joko Anwar mengakui era 1980-an menjadi setting dari film Pengabdi Setan 2: Communion. Dia mengakui sejumlah properti film memang mengangkat tahun 1980-an.
"Properti tahun 1980 sangat detail banget, terutama bajaj oranye. Nyarinya itu susah banget sampai 2 tahun. Tadi ada bus bertingkat, itu nyarinya setengah mati," kata Joko Anwar di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Selasa (2/8).
Joko Anwar mengatakan sejumlah properti era 1980-an dibangun sendiri. Tapi, ada juga yang menggunakan computer-generated imagery (CGI), namun dikerjakan dengan sangat teliti.
"Teman-teman pasti tidak tahu mana yang CGI, mana yang asli, karena saking bagusnya CGI-nya. Jadi kita tidak akan me-review mana yang CGI, mana yang real karena samua real terlihat," jelasnya.
Joko Anwar kembali menegaskan dirinya tidak mematok angka kesuksesan film dari jumlah penonton. Dia pun tidak memiliki target khusus film Pengabdi Setan 2: Communion harus ditonton berapa juta penonton.
"Bebannya itu, aku kalau mengajak syuting pemain atau kru, aku harus memberikan sesuatu yang bermanfaat buat mereka. Tambah enggak ilmunya? Dan nambah enggak pengalamannya? Mudah-mudahan aku enggak menghabiskan waktu mereka," katanya.
Hal serupa juga diungkapkan Joko Anwar untuk para penonton. Dia tidak mau para penonton menghabiskan uang, waktu dan tenaga datang ke bioskop tapi tak ada sesuatu yang didapat.
"Aku meminta mereka menonton ke bioskop, bayar bioskop, menghabiskan waktu itu sia-sia atau enggak. Itu sih bebannya. Enggak yang ke angka," paparnya.
Film Pengabdi Setan 2: Communion menjawab beberapa pertanyaan yang masih menggantung dalam Pengabdi Setan pertama yang rilis pada 2017 silam. Film ini dibintangi sejumlah pemain yaitu Tara Basro, Bront Palarae, Endy Arfian, Nasar Anuz, Egi Fedly, Ayu Laksmi, Muzakki Ramdhan, Fatih Unru, Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, Nafiza Fatia Rani, Iqbal Sulaiman dan beberapa pemain lain.
