Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 09.30 WIB

Antrean Panjang di Gilimanuk, Menhub Dudy Soroti Truk Sumbu Tiga yang Nekat Beroperasi

Ilustrasi: Pembatasan truk sumbu tiga di hari raya Idul Fitri (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Pembatasan truk sumbu tiga di hari raya Idul Fitri (Istimewa).

JawaPos.com – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mendadak jadi sorotan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas masih ditemukannya truk sumbu tiga atau lebih yang tetap beroperasi meski sudah ada pembatasan selama periode mudik.

Menurut Dudy, ketidakpatuhan sebagian pengusaha logistik terhadap kebijakan pembatasan operasional angkutan barang tersebut turut memperparah kepadatan kendaraan, termasuk di jalur menuju pelabuhan penyeberangan dari Bali ke Jawa.

“Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan atas masih adanya pengusaha logistik yang tidak mematuhi kebijakan pembatasan operasional truk sumbu tiga ke atas yang telah diberlakukan sejak 13 Maret," ujar Dudy dalam keterangannya, Minggu (15/3).

"Ketidakpatuhan ini berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah titik strategis termasuk di pelabuhan penyeberangan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pembatasan operasional angkutan barang tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026.

Dalam kebijakan tersebut, kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dibatasi operasionalnya pada periode 13 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Arahan tersebut juga sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh kementerian dan lembaga memastikan pelayanan transportasi bagi masyarakat selama musim mudik berlangsung optimal.

“Bapak Presiden mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar. Karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” jelas Dudy.

Sebelumnya, mengutip Radar Bali, gelombang arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai mencapai titik didihnya. Pada Sabtu (14/3), kemacetan panjang melanda jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa dilaporkan terjepit dalam antrean yang mengular puluhan kilometer.

Merespons situasi "merah" ini, Polda Bali bersama Polres Jembrana bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas skala besar. Salah satu langkah tegas yang diambil adalah penghentian sementara operasional truk besar bersumbu tiga.

"Kami mengarahkan truk-truk besar, khususnya yang dalam kondisi kosong, untuk masuk ke kantong-kantong parkir (buffer zone) yang telah disiapkan. Ini penting agar beban jalur utama tidak semakin berat," tegas Kombes Pol. Soelistijono, Karendal Ops Ketupat Agung-2026.

Langkah penyekatan ini tidak hanya bertumpu di Jembrana. Polresta Denpasar, Polres Badung, dan Polres Tabanan juga dikerahkan untuk melakukan "skema penahanan" kendaraan besar di wilayah masing-masing guna memecah kepadatan yang bermuara di Gilimanuk.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore