Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 22.40 WIB

Jangan Disepelekan! Ini 5 Gejala Alergi Debu dan Tips Ampuh Mengatasinya

ilustrasi orang yang bersin. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Debu merupakan partikel yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan rumah, tempat kerja, hingga udara yang kita hirup. Bagi orang yang sensitif, paparan debu dapat memicu reaksi alergi, terutama pada saluran pernapasan.

Salah satu pemicu alergi debu yang umum adalah tungau debu, organisme mikroskopis yang kerap hidup di kasur, bantal, karpet, serta kain pelapis furnitur. Mengenali gejalanya sejak awal penting dilakukan agar paparan alergen dapat dikurangi dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Dilansir dari English Jagran, ada sejumlah gejala yang dapat menjadi petunjuk seseorang mengalami alergi debu. Berikut lima tanda yang perlu diperhatikan beserta cara untuk mengurangi paparannya.

1. Bersin Berulang Kali

Bersin yang terjadi berkali-kali, terutama pada pagi hari atau ketika sedang membersihkan rumah, bisa menjadi salah satu indikasi alergi debu. Kondisi ini muncul ketika alergen mengiritasi lapisan hidung sehingga tubuh bereaksi untuk mengeluarkan partikel yang dianggap mengganggu.

Jika bersin sering kambuh dalam situasi tertentu, perhatikan lingkungan sekitar untuk mengetahui kemungkinan pemicunya.

2. Hidung Meler atau Tersumbat

Gejala lainnya adalah hidung terus berair atau terasa tersumbat. Reaksi ini terjadi ketika jaringan di dalam hidung mengalami peradangan akibat paparan alergen.

Keluhan dapat terasa lebih mengganggu saat berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau memiliki banyak penumpukan debu.

3. Mata Terasa Gatal dan Berair

Alergi debu tidak hanya memengaruhi hidung, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Gejalanya meliputi rasa gatal, mata memerah, dan keluarnya air mata secara berlebihan.

Keluhan tersebut bisa muncul bersamaan dengan bersin atau hidung meler, sehingga membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman.

4. Mengalami Batuk atau Mengi

Paparan partikel debu dapat memicu batuk pada sebagian orang. Pada individu yang memiliki asma, alergen juga dapat memperburuk gejala pernapasan, termasuk mengi atau munculnya suara seperti siulan saat bernapas.

Apabila batuk atau mengi lebih sering terjadi ketika berada di dalam ruangan dan berkurang setelah meninggalkan tempat tersebut, paparan debu patut dicurigai sebagai salah satu pemicunya. Namun, gejala ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga pemeriksaan medis diperlukan jika keluhan berulang atau memburuk.

5. Gejala Lebih Sering Kambuh di Rumah

Alergi yang berulang ketika berada di rumah, khususnya di kamar tidur, bisa berkaitan dengan keberadaan tungau debu. Kasur, bantal, gorden, dan karpet merupakan beberapa tempat yang dapat menjadi tempat berkumpulnya alergen.

Karena itu, memperhatikan pola munculnya gejala serta menjaga kebersihan ruangan menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi paparan pemicu alergi.

Cara Mengurangi Gejala Alergi Debu

Selain mengenali gejalanya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi paparan debu dan tungau di dalam rumah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore