
Ilustrasi perasaan terjebak di dalam hidup/freepik
JawaPos.com - Merasa terjebak di dalam hidup yang sama, stuck, dan terus-terusan mengulang aktivitas yang begitu-begitu saja bisa melelahkan secara emosional.
Pada fase ini kepala terasa dipenuhi dengan pertanyaan seperti “mengapa hidup bisa berjalan dengan stagnan dan tanpa arah yang jelas?”. Rasa ketidakpastian hidup menjadi semakin berat jika ditabrakkan dengan kenyataan bahwa diri kita tampak berjalan di tempat dan tidak berkembang sedikitpun.
Semua orang pasti mengalaminya, bahkan di berbagai fase kehidupan. Mulai dari pelajar yang sekolah yang merasa nilai akademiknya tidak berkembang sampai orang dewasa yang merasa hidupnya begitu-begitu saja, seperti merasakan kehidupannya tidak mengalami kemajuan yang berarti.
Ketika rasa stuck sudah mulai datang menghampiri, pertumbuhan diri menjadi terhambat, dan banyak hal menjadi terbengkalai. Alih-alih bergerak dan melangkah maju, kita justru terdorong mengikuti emosi hati yang tidak menentu.
Oleh karena itu, jika anda juga sedang berada di fase ini, ada baiknya anda mencoba pendekatan psikologis dari Jepang ini untuk membantu anda keluar dari kebuntuan.
Mengutip dari laman /ideapod.com. Lima praktik utama dalam psikologi Jepang ini bisa menjadi jalan keluar saat hidup terasa mentok dan kehilangan arah.
Refleksikan naikan
Cara ini dilakukan dengan melihat ke dalam diri. Setelah itu anda bisa merenungkan pertanyaan seperti:
Apa yang telah saya terima dari orang lain?
Apa yang telah saya berikan kepada orang lain?
Masalah apa yang telah saya sebabkan bagi orang lain?
Refleksi ini mengarahkan kita pada rasa syukur dan tanggungjawab, bukan untuk menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Anda bisa menuliskannya jawaban dari tiga pertanyaan tersebut beserta dampaknya.
Terapi morita
Terapi morita secara bahasa berarti bergerak meski sedang tidak baik-baik saja. Terapi ini mengajarkan kita bahwa emosi negatif seperti cemas atau sedih adalah bagian yang alamiah di dalam hidup. Morita tidak menyuruh kita melawan emosi tersebut, tetapi justru menerima dan tetap menjalani kehidupan.
Anda bisa mengamati emosi anda tanpa menghakimi, katakan di dalam hati bahwa “ini adalah rasa cemas saya”, lalu tetap lanjutkan tugas yang harus dilanjutkan. Entah itu membereskan kamar atau mengerjakan PR. Morita membantu anda untuk tetap berjalan meskipun hati tidak selamanya stabil. Perlahan, emosi itu akan mereda dengan sendirinya saat anda fokus pada tindakan yang nyata.
