Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 13.00 WIB

Pasangan yang Tinggal Bersama Tapi Jarang Melakukan Kontak Mata Lagi, Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku Ini

Ilustrasi pasangan yang jarang melakukan kontak mata lagi. (Pexels.com/AlexGreen) - Image

Ilustrasi pasangan yang jarang melakukan kontak mata lagi. (Pexels.com/AlexGreen)

JawaPos.com - Pasangan yang sudah tinggal bersama, selayaknya memiliki hubungan yang lebih intim dan mendalam. Sepanjang harinya mereka bisa melakukan kegiatan bersama dan saling memadu kasih.

Tapi pada kenyataannya, banyak ditemukan tidak seindah itu. Mereka bahkan masing-masing dan seperti menjalani hubungan hanya "status", jarak mereka dekat secara fisik tapi tidak secara emosional.

Dilansir dari laman Blog Herald pada (20/01), pasangan yang tinggal bersama tapi jarang melakukan kontak mata lagi, biasanya menunjukkan 9 perilaku ini :

1. Percakapan yang dangkal

Dalam ruang hidup bersama, komunikasi adalah kuncinya. Ketika pasangan jarang melakukan kontak mata lagi, percakapan mereka sering kali menjadi dangkal. Mereka lebih mementingkan logistik dan bukan tentang perasaan, impian, atau pengalaman bersama.

Sepertinya mereka lebih banyak berbicara dengan 'teman sekamar' daripada pasangannya. Ini belum tentu merupakan hukuman mati bagi suatu hubungan, tetapi ini jelas merupakan perilaku yang perlu mendapat perhatian.

2. Tidak adanya keterikatan

Teori Keterikatan menyatakan bahwa cara kita membentuk ikatan emosional dan hubungan dengan orang lain dipengaruhi oleh pengalaman awal dengan pengasuh kita.
Tingkat keamanan, kasih sayang, dan perhatian yang diterima saat masih anak-anak dapat memengaruhi cara seseorang berhubungan dengan pasangan kita saat dewasa.

Jika seseorang merasa sulit mempertahankan kontak mata dengan pasangan, ini bisa menjadi indikasi gaya keterikatan yang tidak aman. Insecure attachment bisa membuat kita menghindari atau menolak kedekatan dalam hubungan.

3. Terlalu mandiri

Kemandirian umumnya dipandang sebagai sifat positif. Kita sering diberi tahu bahwa bersikap mandiri dan tidak bergantung pada pasangan dalam segala hal adalah hal yang sehat.

Namun, pada kasus pasangan yang jarang melakukan kontak mata lagi, peningkatan kemandirian mungkin tidak terlalu positif. Ini bisa menjadi indikasi penghindaran.

Terkadang, ketika kita mulai melakukan segalanya secara mandiri tanpa mengikutsertakan pasangan kita atau meminta masukan dari mereka, itu mungkin karena secara tidak sadar menghindari keintiman.

4. Menghindari aktivitas bersama

Ketika pasangan jarang melakukan kontak mata, mereka sering kali mulai menghindari aktivitas bersamA. Seolah-olah melakukan sesuatu bersama-sama mengingatkan mereka akan keterputusan emosional yang dialami.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore