
Ilustrasi seseorang yang manja saat anak-anak. (Freepik)
JawaPos.com - Cara seseorang dibesarkan memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap mereka terhadap hubungan, tanggung jawab, dan tantangan hidup. Hal ini juga berlaku bagi pria yang tumbuh dengan dimanjakan. Mereka sering kali menunjukkan perilaku tertentu yang bisa memengaruhi kehidupan pribadi hingga profesional mereka.
Perilaku ini, meskipun kadang tidak terlalu terlihat, seringkali berakar dari masa kecil mereka di mana segala sesuatunya diberikan dengan mudah tanpa konsekuensi yang berarti. Dilansir dari Geediting pada Senin (20/1), berikut adalah delapan perilaku yang sering terlihat pada pria yang dimanjakan saat kecil.
1. Merasa Berhak Mendapat Perlakuan Istimewa
Pria yang terlalu dimanjakan sering kali membawa perasaan berhak mendapatkan perlakuan istimewa hingga mereka dewasa. Mereka cenderung merasa bahwa waktu orang lain adalah milik mereka dan kebutuhan mereka harus selalu menjadi prioritas.
Perasaan ini bukanlah pilihan pribadi, melainkan hasil dari pola asuh mereka yang mengutamakan keinginan mereka tanpa batas. Misalnya, saat kecil mereka terbiasa mendapatkan mainan yang diinginkan tanpa usaha ekstra, dan ini berlanjut saat mereka dewasa, seperti berharap promosi tanpa kerja keras.
2. Menghindari Tanggung Jawab
Meskipun terlihat bertentangan dengan sikap dominan yang sering diasosiasikan dengan anak yang dimanjakan, pria yang tumbuh dengan dimanjakan cenderung menghindari tanggung jawab.
Mereka terbiasa segala sesuatu dilakukan untuk mereka, seperti mencuci pakaian, menyiapkan makanan, atau mengerjakan tugas sekolah. Ketika sudah dewasa, mereka enggan melakukan tugas-tugas yang dianggap sepele atau tidak sesuai dengan status mereka, karena tidak pernah belajar untuk mandiri.
3. Kesulitan Menghadapi Penolakan
Ingat saat kecil ketika mereka menangis karena tidak mendapat mainan yang diinginkan? Itu bisa berkembang menjadi kebiasaan dewasa yang kesulitan menerima penolakan.
Dalam kehidupan mereka, mereka terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan saat itu tidak terjadi, reaksi emosional yang kuat pun muncul, mulai dari merajuk hingga marah besar. Mereka kesulitan menerima kenyataan bahwa tidak semua yang diinginkan dapat tercapai dengan mudah.
4. Sulit Mandiri
Tumbuh dalam keluarga yang selalu memanjakan membuat pria-pria ini sulit untuk berdiri sendiri sebagai orang dewasa. Mereka mungkin tidak memiliki keinginan untuk tidak mandiri, tetapi tidak pernah diberi kesempatan untuk belajar bagaimana menghadapinya.
Kehidupan menjadi terasa menakutkan bagi mereka karena terbiasa memiliki jaring pengaman. Bayangkan seperti berada di negara asing tanpa tahu bahasa atau budaya—itulah yang mereka rasakan saat harus menghadapinya sendiri.
