Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Januari 2025, 22.31 WIB

8 Ciri Orang yang Mudah Tertipu Misinformasi di Internet, Apa Salah Satu Cirinya Ada pada Diri Anda?

Ilustrasi orang yang mudah tertipu oleh misinformasi di internet. (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang mudah tertipu oleh misinformasi di internet. (freepik)

JawaPos.com - Jika Anda pernah menjelajahi media sosial, Anda tahu bahwa sangat mudah untuk menemukan misinformasi. Sebagian orang tampaknya lebih cenderung mempercayai kebohongan ini daripada yang lain, dan ini bisa sangat membingungkan.

Orang-orang yang mudah tertipu oleh misinformasi di internet bukan hanya orang yang mudah tertipu atau tidak memiliki informasi. Menurut para psikolog, mereka memiliki ciri-ciri tertentu yang membuat mereka lebih mudah tertipu.

Memahami ciri-ciri ini dapat membantu dalam memerangi penyebaran misinformasi. Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Kamis (16/1), berikut delapan ciri orang yang paling mungkin mempercayai misinformasi di internet menurut seorang psikolog.

1. Kurangnya keterampilan berpikir kritis

Kurangnya berpikir kritis adalah sifat utama di antara mereka yang lebih rentan terhadap misinformasi di internet. Ini bukan tentang ketidakcerdasan, tetapi tentang bagaimana mereka mendekati dan memproses informasi.

Misalnya, jika Anda melihat berita utama yang sensasional di media sosial, seorang pemikir kritis mungkin mempertanyakan keabsahannya, melihat sumbernya, dan memeriksa ulang sebelum membagikannya.

Namun, seseorang yang tidak memiliki sifat ini mungkin menerima informasi begitu saja dan menyebarkannya tanpa berpikir dua kali. Kesadaran akan sifat ini dapat menjadi langkah awal untuk tidak mudah terpengaruh oleh misinformasi.

2. Tingkat pendidikan tinggi

Anehnya, memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi tidak serta merta melindungi seseorang dari misinformasi. Bahkan, itu adalah salah satu ciri yang diidentifikasi oleh para psikolog pada orang-orang yang sering mempercayai informasi palsu di internet.

Anda mungkin berpikir bahwa orang yang berpendidikan tinggi akan lebih mahir membedakan fakta dari fiksi. Namun kenyataannya bisa sangat berbeda. Internet adalah jaringan informasi dan misinformasi yang kompleks.

Dan bahkan orang yang paling terdidik di antara kita pun dapat terjebak dalam perangkapnya. Penting untuk diingat bahwa tidak ada seorang pun yang kebal terhadap misinformasi. Terlepas dari tingkat pendidikan kita, kita semua perlu tetap waspada.

3. Preferensi untuk validasi sosial

Ketika orang merasa divalidasi oleh lingkaran sosialnya, mereka cenderung menerima dan menyebarkan informasi yang selaras dengan pandangan kelompok tersebut, meskipun itu adalah informasi yang salah.

Keinginan untuk mendapatkan validasi sosial terkadang dapat mengalahkan kebutuhan akan keakuratan fakta. Sifat ini bukan berarti kita berkemauan lemah atau mudah terpengaruh.

Sifat ini merupakan bagian mendasar dari sifat manusia. Namun, dengan menyadarinya, kita dapat lebih memperhatikan bias kita sendiri dan lebih kritis terhadap informasi yang kita temukan di internet.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore