
ilustrasi seseorang yang selalu mencari validasi
JawaPos.com - Mencari validasi adalah kebutuhan yang sering dialami oleh banyak orang.
Validasi ini dapat berupa pujian, pengakuan, atau bahkan hanya sekadar persetujuan dari orang lain.
Namun, ketika kebutuhan ini menjadi berlebihan, itu bisa menjadi tanda dari pengalaman masa kecil yang membentuk pola perilaku ini.
Dialnsir dari Geediting pada Kamis (16/1), terdapat tujuh pengalaman umum di masa kecil yang menurut psikologi dapat menyebabkan seseorang terus-menerus mencari validasi di kemudian hari:
1. Tumbuh di Lingkungan yang Tidak Mendukung Emosi
Anak-anak yang tidak mendapatkan dukungan emosional dari orang tua atau pengasuh sering merasa bahwa perasaan mereka tidak penting.
Mereka mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus menekan emosi mereka atau memenuhi ekspektasi orang lain untuk mendapatkan perhatian.
Akibatnya, mereka terus mencari validasi dari luar sebagai cara untuk mengisi kekosongan emosional tersebut.
2. Pengasuhan yang Terlalu Kritis atau Perfeksionis
Orang tua yang terlalu kritis atau memiliki standar yang sangat tinggi sering kali membuat anak merasa bahwa apa pun yang mereka lakukan tidak pernah cukup baik.
Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka terus mencari validasi dari orang lain sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan bahwa mereka telah "cukup baik."
3. Kurangnya Pujian dan Pengakuan di Masa Kecil
Anak-anak yang jarang menerima pujian atau pengakuan atas pencapaian mereka sering kali merasa tidak dihargai.
Ini membuat mereka cenderung mencari pengakuan dari luar sebagai cara untuk membuktikan nilai mereka kepada diri sendiri dan orang lain.
4. Dibesarkan di Lingkungan Kompetitif
