
Ilustrasi orang tua dan seorang anak dewasa. (Freepik)
JawaPos.com - Menjadi orang tua adalah peran yang tidak pernah benar-benar berakhir. Meski anak-anak sudah dewasa, kekhawatiran terhadap mereka tetap ada. Sebagai orang tua, kamu tentu ingin memastikan mereka baik-baik saja, meski kadang sulit untuk benar-benar mengetahuinya.
Saat mereka kecil, tantangan yang mereka hadapi terlihat jelas, seperti luka karena terjatuh atau nilai ulangan yang buruk. Namun, sebagai orang dewasa, masalah mereka sering kali lebih kompleks dan tersembunyi di balik kata-kata seperti “saya baik-baik saja” atau kesibukan sehari-hari.
Tanda-tandanya pun tidak selalu dramatis. Tidak selalu berupa telepon di tengah malam atau tangisan mendadak. Kadang, tanda-tandanya justru halus dan mudah terlewat jika kamu tidak memperhatikan dengan saksama.
Dilansir dari Geediting, berikut adalah tujuh perilaku yang bisa menjadi petunjuk bahwa anak dewasa kamu sedang menghadapi masalah lebih besar dari yang terlihat. Langkah pertama untuk membantu mereka adalah menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan.
1. Perubahan dalam Kehidupan Sosial
Ingat saat mereka remaja? Kehidupan sosial adalah segalanya bagi mereka. Teman datang dan pergi, ada pesta, acara kumpul, dan kegiatan lainnya. Namun, saat dewasa, kehidupan sosial tetap penting untuk menjaga keseimbangan hidup.
Jika anak kamu mulai menarik diri dari teman-temannya atau jarang keluar rumah, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang menghadapi masalah. Kadang, tekanan kehidupan dewasa membuat seseorang memilih untuk menyendiri. Sebagai orang tua, ini saat yang tepat untuk membuka percakapan dengan penuh empati, misalnya dengan bertanya, “Kamu jarang keluar belakangan ini. Ada yang sedang kamu pikirkan?”
2. Menghindari Kegiatan Keluarga
Kegiatan keluarga seperti makan malam bersama, merayakan ulang tahun, atau acara liburan adalah momen untuk berbagi cerita dan kebahagiaan. Namun, jika anak dewasa kamu mulai menghindari acara keluarga, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan.
Mungkin mereka datang terlambat, pulang lebih awal, atau bahkan tidak hadir sama sekali. Jika pun hadir, pikiran mereka terlihat melayang. Perubahan ini tidak selalu berarti mereka tidak peduli, tetapi bisa jadi karena mereka sedang menghadapi masalah yang sulit diungkapkan.
3. Perubahan Suasana Hati atau Mudah Marah
Setiap orang tentu pernah mengalami hari yang buruk. Namun, jika suasana hati anak kamu berubah drastis atau mereka menjadi lebih sering marah, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang mengalami tekanan emosional yang berat.
Anak dewasa yang mengalami stres sering kali menjadi lebih sensitif atau mudah tersinggung karena perasaan tertekan. Cobalah untuk mendekati mereka tanpa menghakimi. Tanyakan dengan lembut, “Akhir-akhir ini kamu terlihat lebih cepat marah. Ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu?”
4. Pola Tidur yang Berubah
Tidur yang terganggu sering kali mencerminkan adanya stres atau masalah emosional. Anak dewasa kamu mungkin tidur terlalu banyak atau justru sulit tidur di malam hari.
