
Ilustrasi perempuan sedang menderita kecemasan antisipatif. (Freepik)
JawaPos.com - Ketakutan akan hal-hal yang belum terjadi atau takut akan masa depan merupakan kecemasan antisipatif. Ketakutan ini merupakan kekhawatiran berlebihan tentang kemungkinan kejadian di masa depan. Orang dengan kecemasan antisipatif sering mengalami serangan panik.
Pemikiran orang yang menderita kecemasan ini selalu mencoba membuat rencana ke depan. Hal itu mungkin terasa sangat membantu, Seolah-olah dengan membayangkan semua kemungkinan skenario terburuk. Agar lebih mempersiapkan hingga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dikedepannya.
Orang yang menderita kecemasan antisipatif akan selalu membatasi diri sendiri. Mereka tidak dapat menikmati apa yang terjadi saat ini.
Mereka terlalu khawatir tentang apa yang mungkin terjadi, sering kali tentang hal-hal yang sangat tidak mungkin sehingga kualitas hidup akan semakin menurun.
Melansir dari laman Well San Francisco, berikut 5 cara mengatasi kecemasan antisipatif.
1. Bernapas
Mempelajari dan memanfaatkan teknik pernafasan adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi segala bentuk kecemasan.
Kecemasan menguasai tubuh hingga sering kali membuat jantung berdebar kencang, napas menjadi cepat dan pendek dan telapak tangan mudah berkeringat.
Hal ini menciptakan lingkaran umpan balik negatif di mana reaksi tubuh menciptakan kecemasan yang meningkat. Kabar baiknya adalah hal ini dapat diatasi dengan menghentikan lingkaran umpan balik itu kapan saja hanya dengan mengendalikan napas Anda.
Ada banyak latihan khusus dan teknik relaksasi yang dapat Anda pelajari. Namun, Anda dapat mulai sekarang dengan bernapas dalam-dalam dan perlahan. Tarik napas, tahan, hembuskan, tahan. Semakin lambat dan dalam, semakin baik.
Jika pikiran Anda mengembara, kembalikan pikiran Anda ke napas Anda. Lagi pula, Anda tidak dapat mengkhawatirkan masa depan jika Anda berpijak di sini dalam napas saat ini. Ini adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan mental Anda. Jadikan pernapasan dalam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari Anda.
2. Menulis buku harian
Menulis buku harian yang dapat Anda baca kembali akan membantu Anda memperoleh perspektif realistis tentang apa yang telah Anda lalui di masa lalu. Selain itu, buku harian dapat menunjukkan kekuatan Anda.
Saat Anda mulai merasa takut bahwa Anda tidak akan mampu bertahan di masa depan, Anda dapat melihat kembali catatan lama dan menyadari betapa banyak hal yang telah Anda lalui.
3. Melakukan olahraga
