
Ilustrasi orang yang merasa cemas saat musim liburan. (Unsplash.com/SHINETANG)
JawaPos.com - Banyak orang yang mungkin tidak menyadari, tetapi beberapa kebiasaan kecil dapat menambah api kecemasan dalam hidup.
Perilaku-perilaku ini, betapapun halusnya, dapat muncul tiba-tiba dan membentuk keputusan serta reaksi pada tubuh.
Dilansir dari Geediting, ada delapan perilaku yang dapat memicu kecemasan dalam hidup. Memahami hal ini dapat mengungkapkan pemicu tersembunyi untuk dapat mencegah munculnya rasa cemas.
Kesadaran adalah langkah pertama menuju perubahan. Dengan mengenali perilaku-perilaku ini, kamu sudah berada di jalur yang tepat untuk mengelola kecemasan dengan lebih baik.
1. Overthinking (berpikir berlebihan)
Berpikir berlebihan itu seperti roda hamster mental. Ini adalah jalan licin yang dapat membawamu dari satu pikiran kecil yang tidak penting ke serangan kecemasan yang parah.
Inti masalahnya adalah kita seringkali tidak menyadari bahwa kita sudah terlalu banyak berpikir hingga semuanya terlambat. Kita cenderung menganggap berpikir berlebihan sebagai respons normal terhadap stres.
Namun pada kenyataannya, itu adalah salah satu perilaku paling umum yang memicu kecemasan kita. Ingatlah bahwa tidak semua masalah perlu dipecahkan segera, dan terkadang melepaskannya adalah solusi terbaik.
2. Perfeksionis
Beberapa orang selalu berusaha mencapai kesempurnaan dalam segala hal yang dilakukan. Baik itu proyek pekerjaan atau tugas rumah tangga sederhana, tujuannya selalu kesempurnaan. Jika tidak sempurna, maka tidak akan selesai.
Pengejaran kesempurnaan yang terus-menerus ini tanpa disadari memberikan dampaknya terhadap kesehatan mental.
Perfeksionisme adalah sesuatu yang sulit. Perfeksionisme meyakinkanmu bahwa kamu hanya bersikap tekun atau teliti, padahal kenyataannya, hal itu membuat kamu lebih rentan gagal.
Mari kita hadapi kenyataan: tidak ada satu hal pun dan tidak seorang pun yang bisa selalu sempurna.
Perfeksionisme seringkali menimbulkan ketidakpuasan kronis dan kritik diri, yang keduanya dapat meningkatkan tingkat kecemasan.
3. Kurangnya aktivitas fisik
