Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Januari 2025, 13.20 WIB

Mengungkap Isu Gangguan Makan dan Standar Kecantikan di Industri Hiburan Korea Selatan, 4 Hal yang Perlu diketahui

Ilustrasi. Song Hye Kyo dan Jeon Yeo - Image

Ilustrasi. Song Hye Kyo dan Jeon Yeo

JawaPos.com - Dunia hiburan Korea Selatan, atau yang lebih dikenal dengan Hallyu, telah menaklukkan hati jutaan penggemar di seluruh dunia. Drama Korea (drakor) dengan alur cerita yang menarik dan visual yang memukau menjadi daya tarik tersendiri. Namun, di balik gemerlapnya dunia hiburan tersebut, terdapat isu yang cukup mengkhawatirkan, yaitu representasi gangguan makan yang dipicu oleh tekanan sosial dan standar kecantikan yang tinggi.

Standar kecantikan yang ideal di Korea Selatan seringkali menampilkan sosok yang kurus, berkulit putih, dan bermata besar. Hal ini menciptakan tekanan besar bagi para pelaku industri hiburan, termasuk aktor dan aktris drakor, untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Tak jarang, hal ini berujung pada perilaku diet ekstrem dan gangguan makan yang berdampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental mereka. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai isu ini:

1. Tekanan Sosial dan Ekspektasi Publik
Tekanan sosial untuk memenuhi standar kecantikan yang ideal sangat kuat di Korea Selatan. Masyarakat sering kali menilai individu berdasarkan penampilan fisik mereka, yang dapat berdampak buruk pada rasa percaya diri dan kesehatan mental. Para selebriti, sebagai figur publik, berada di bawah sorotan yang lebih intens, sehingga mereka merasa terdorong untuk selalu tampil sempurna di mata publik. Fenomena ini diperburuk oleh budaya lookism yang masih kuat di masyarakat Korea Selatan.

Kutipan dari artikel di Medium.com Selasa (14/1) menyebutkan bahwa industri hiburan Korea Selatan menuntut para idol untuk memiliki berat badan dan penampilan tertentu. Tekanan ini memaksa mereka untuk melakukan diet ketat dan bahkan operasi plastik untuk memenuhi standar kecantikan yang tidak realistis.

2. Representasi Gangguan Makan dalam Drakor

Meskipun tidak semua drakor secara eksplisit menampilkan adegan gangguan makan, beberapa di antaranya menyinggung isu ini melalui karakter yang terobsesi dengan berat badan atau melakukan diet ekstrem. Representasi semacam ini dapat memicu body image issue dan perilaku makan yang tidak sehat, terutama di kalangan remaja yang sedang mencari identitas diri.

3. Dampak Psikologis dan Kesehatan

Gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia, dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental. Dampak fisik meliputi kekurangan nutrisi, gangguan metabolisme, dan masalah jantung. Sementara itu, dampak mentalnya termasuk depresi, kecemasan, dan rendah diri. Tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang tidak realistis dapat memperburuk kondisi ini.

Dampak negatif dari popularitas budaya Korea juga menciptakan kesenjangan antara realitas dan ekspektasi, yang dapat memicu masalah psikologis, termasuk gangguan makan, terutama pada remaja yang rentan terhadap pengaruh eksternal, seperti yang disebutkan dalam artikel di klikhits.com (14/1).

4. Pengaruh Media dan Industri Hiburan
Media dan industri hiburan memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat tentang kecantikan. Standar kecantikan yang ditampilkan di media sering kali tidak realistis dan sulit dicapai. Hal ini menciptakan tekanan bagi individu untuk menyesuaikan diri dengan ideal tersebut. Selain itu, promosi masif produk-produk pelangsing dan perawatan kecantikan yang menjanjikan hasil instan semakin memperburuk masalah ini.

Artikel yang dipublikasikan oleh ijersc.org (14/1) juga membahas bagaimana media, khususnya televisi, berperan dalam penyebaran idealisasi tubuh kurus. Ini sejalan dengan yang terjadi di industri hiburan Korea Selatan, di mana penampilan fisik memegang peranan penting.

Tekanan sosial yang kuat, representasi yang kurang bijak dalam media, dan pengaruh industri hiburan berkontribusi pada permasalahan gangguan makan di kalangan pelaku industri hiburan Korea Selatan dan juga berpotensi memengaruhi penggemar.

Penting bagi kita untuk menyadari dampak negatif dari standar kecantikan yang tidak realistis dan mempromosikan citra tubuh yang positif. Edukasi tentang kesehatan mental dan pentingnya pola makan yang sehat juga perlu ditingkatkan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang isu ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menilai dan mengkonsumsi konten hiburan.

Selain itu, diharapkan adanya perubahan positif dalam industri hiburan untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan para pelaku industri. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan inklusif bagi semua.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore