
Ilustrasi seseorang yang menutup wajahnya sambil memegang balon dialog. (8photo/freepik)
JawaPos.com - Terkadang dalam interaksi dengan orang lain kita berhadapan dengan situasi untuk melakukan kebohongan kecil untuk menutupi kekurangan diri kita.
Mungkin juga kebohongan kecil tersebut berfungsi untuk menghindari konflik, menjaga perasaan orang lain, bahkan untuk mempermudah situasi.
Namun, tahukah kalau kebohongan kecil dapat membawa dampak negatif yang signifikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Melansir dari NPR,org, kebohongan kecil merupakan kebohongan yang dianggap tidak terlalu serius untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain atau menghindari situasi yang tidak nyaman.
Misalnya, memuji masakan yang sebenarnya kurang enak agar tidak mengecewakan yang memasak, atau mengatakan sedang sibuk padahal hanya ingin menolak ajakan.
Meskipun tidak berbahaya, kebohongan kecil tersebut dapat bermuara kepada dampak yang lebih besar.
Dampak Negatif Kebohongan Kecil
Melansir dari Fast Company, kebohongan kecil yang berulang dapat menimbulkan dampak negatif yang signifkan, antaranya:
- Merusak Kepercayaan
Kebohongan dapat merusak kepercayaan. Sekali berbohong, ketika terungkap, orang lain akan sulit percaya lagi dengan kita.
- Memicu Kebohongan yang Lebih Besar
Kebohongan kecil dapat menjadi awal dari kebohongan yang lebih besar. Seseorang mungkin akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya.
Alhasil, lingkaran kebohongan pun terjadi dan sulit untuk dihentikan. Melansir dari NPR.org, pengulangan kebohongan untuk keuntungan pribadi dapat menurunkan aktivitas di bagian otak yang memproses emosi (amigdala), sehingga rasa bersalah berkurang dan kebohongan cenderung meningkat.
- Merusak Hubungan
Kebohongan dapat merusak hubungan interpersonal dan menghambat pertumbuhan emosional.
