
Ilustrasi seseorang yang sedang tidak bahagia. (Freepik)
JawaPos.com – Menjadi dewasa merupakan momen berharga dalam kehidupan seseorang. Meskipun jalan di depan tidak selalu mulus, tahapan ini adalah sebuah proses penting untuk mengenal dunia dan siapa diri kita sebenarnya.
Setiap elemen yang ada pada diri seorang individu, umumnya mencerminkan nilai-nilai dan keterampilan yang sering mereka pelajari sejak masa kecil. Selama masa kanak-kanak tersebut, kita semua pasti juga pernah merasa sedih, terjatuh, terluka, dan terkadang berselisih dengan teman di sekolah.
Namun, ternyata beberapa anak tidak hanya mengalami kejadian-kejadian biasa seperti itu, masa kecil mereka benar-benar penuh dengan ketidakbahagiaan. Ini tidak selalu berupa tanda-tanda jelas atau terlihat dari kesulitan yang membentuk kita, melainkan lebih pada pengaruh kecil yang tersembunyi dari masa lalu.
Individu-individu ini mungkin membawa lebih banyak beban emosional dari masa kecil mereka daripada yang mereka sadari. Sehingga, hal ini banyak mempengaruhi kehidupan mereka saat dewasa, dan kebanyakan dari mereka umumnya menunjukkan perilaku yang sama.
Seperti halnya dilansir dari laman Geediting, berikut adalah delapan hal yang tanpa disadari dilakukan oleh orang dewasa yang tumbuh dengan masa kecil tidak bahagia. Bukan tanpa alasan, perilaku-perilaku mereka sering kali merupakan mekanisme koping yang berkembang sebagai respons terhadap kesulitan di masa lalu.
Perlu untuk kita mengenali perilaku tak sadar yang berasal dari trauma masa lalu dan bekerja untuk mengatasinya, karena ini adalah satu langkah penting menuju penyembuhan dan pertumbuhan emosional.
1. Reaksi ekstrem
Orang dengan masa kecil yang tidak bahagia mungkin akan bereaksi berlebihan atau kurang bereaksi terhadap sebuah situasi.
Bisa jadi, ini adalah mekanisme pertahanan yang mereka pelajari untuk mendapatkan perhatian ataupun menghindari konflik. Pola perilaku ini pada akhirnya menjadi kebiasaan hingga dewasa tanpa mereka sadari.
2. Selalu mencari validasi
Tumbuh dalam keadaan tidak bahagia, hampir sama dengan tumbuh dalam ketidakpastian. Perasaan ini dapat mengakibatkan kebutuhan terus-menerus akan persetujuan eksternal, yang menyebabkan keraguan diri dan kurangnya rasa percaya diri.
Bagi mereka yang mengalaminya, itu bisa sangat melelahkan dan tidak pernah sepenuhnya memuaskan. Selain itu, kebiasaan ini juga tidak hanya menguras tenaga mereka, melainkan juga orang-orang di sekitar mereka.
3. Kesulitan melepaskan masa lalu
Pengalaman dan trauma masa kecil yang belum terselesaikan, bisa menyebabkan seseorang kesulitan dalam melanjutkan hidup.
Kenangan dari masa lalu yang menyakitkan, mungkin akan bertahan dalam waktu yang lama, dan komentar acak atau tindakan tak bersalah dari seseorang sekalipun bisa dengan mudah memicu respons emosional mereka.
