
Ilustrasi seseorang yang menghadapi keluarga toxic tanpa terbawa emosi. (Freepik)
JawaPos.com - Menghadapi anggota keluarga yang bersikap toxic seringkali menjadi tantangan besar.
Ketika mereka melontarkan komentar menyakitkan atau selalu merendahkanmu, kita tahu bahwa mereka memiliki sifat yang merugikan. Terkadang, mereka bahkan tidak menyadari bahwa perilaku mereka memberi dampak buruk.
Dinamika keluarga memang kompleks dan tidak jarang menguji kesabaran. Namun, ada orang-orang yang bisa menghadapinya dengan tenang dan elegan, berkat beberapa trik yang mereka kuasai.
Dilansir dari Geediting pada Senin (13/1), berikut adalah delapan cara yang bisa membantu kamu tetap tenang saat menghadapi anggota keluarga yang toxic.
1. Pahami Perilaku Mereka
Setiap anggota keluarga pasti memiliki keunikan masing-masing. Namun, anggota keluarga yang toxic memiliki ciri khas yang membuat mereka berbeda, seolah-olah mereka adalah awan gelap yang siap mengguyur hujan saat kamu sedang bahagia.
Mereka mungkin tidak sadar kalau perilaku mereka beracun. Sering kali, perilaku tersebut muncul dari pola yang mereka pelajari selama hidup. Meskipun kamu tidak harus menganalisis mereka, memahami latar belakang mereka bisa membantu kamu tetap tenang.
Dengan memahami sumber perilaku mereka, kamu bisa mempersiapkan diri. Seperti halnya ketika kamu tahu badai akan datang, kamu akan menyiapkan payung, bukan? Ini bukan berarti kamu membenarkan perilaku mereka, tetapi menyiapkan diri agar bisa melewati badai dengan kepala dingin.
2. Tentukan Batasan yang Jelas
Menetapkan batasan adalah cara yang efektif untuk menjaga hubungan tetap sehat. Misalnya saat menghadapi anggota keluarga yang suka memberikan pujian yang terkesan sinis, seperti, “Oh, kamu akhirnya berpakaian rapi hari ini!” Pujian seperti itu justru membuat bingung, apakah itu benar-benar pujian atau sindiran.
Jika suatu kali, dia berkomentar, “Masakanmu sudah lebih baik, setidaknya sekarang tidak seburuk dulu.” Ambilah napas dalam-dalam dan dengan tenang menjawab, “Tante, terima kasih atas pendapatnya, tetapi saya lebih suka kalau kita menjaga percakapan tetap positif.”
Setelah itu, komentar negatif tentang masakanmu tidak pernah muncul lagi. Menetapkan batasan itu seperti menggambar garis yang tegas—bukan untuk mengontrol orang lain, tetapi untuk menentukan apa yang bisa dan tidak bisa kamu terima.
3. Jaga Kesehatan Diri
Saat pesawat mengalami masalah, kita disarankan untuk mengenakan masker oksigen terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. Hal yang sama berlaku saat menghadapi anggota keluarga toxic—kesehatan mental dan fisikmu harus menjadi prioritas.
Cobalah melakukan aktivitas yang bisa menyegarkan dirimu setelah bertemu dengan mereka, seperti mandi air hangat, berolahraga ringan, atau menikmati makanan favorit yang menenangkan. Meditasi juga bisa menjadi pilihan untuk meredakan stres dan membantu menenangkan pikiran.
