Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2025, 04.00 WIB

Kamu Harus Tahu! Ini 9 Kebiasaan Buruk yang Diwarisi Anak dari Orang Tuanya dan Perlu Disadari

Ilustrasi sebuah keluarga (Vanessa Loring/pexels.com) - Image

Ilustrasi sebuah keluarga (Vanessa Loring/pexels.com)

JawaPos.com - Peran orang tua sangat krusial dalam membentuk kebiasaan dan perilaku anak.

Mulai dari mendukung perkembangan emosional hingga menanamkan nilai-nilai dan disiplin, orang tua mempunyai andil besar dalam membentuk karakter serta kebiasaan anak-anak mereka.

Memahami pengaruh ini membantu kita menyadari dampak besar yang ditimbulkan orang tua terhadap kehidupan anak-anak, di mana menekankan pentingnya pengasuhan dengan penuh perhatian dan mendukung.

Mengutip psychologs.com, berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang diwarisi anak dari orang tuanya dan perlu disadari.

1. Pola makan tidak sehat

Apabila orang tua memiliki pola makan yang tidak sehat, anak-anak cenderung meniru kebiasaan tersebut dan lebih memilih makanan yang kurang sehat. Mereka mungkin kesusahan dalam mengontrol porsi makan dan cenderung mengembangkan kebiasaan makan yang buruk.

Maka dari itu, orang tua perlu menunjukkan pola makan sehat dan menciptakan lingkungan yang mendukung supaya anak-anak bisa membangun hubungan yang positif dengan makanan. Dengan memberikan makanan bergizi, mendorong kontrol porsi, dan mengedepankan pola makan seimbang, orang tua bisa membantu anak-anak mereka mengembangkan kebiasaan makan sehat sepanjang hidup.

2. Kurang melakukan aktivitas fisik

Jika orang tua menghabiskan sebagian besar waktunya dengan aktivitas pasif atau hanya duduk, anak-anak cenderung mengadopsi gaya hidup yang kurang aktif dan kehilangan manfaat dari gerakan fisik. Apabila orang tua tidak secara aktif mendorong anak-anak untuk bergerak atau terlibat dalam olahraga atau kegiatan di luar ruangan, anak-anak mungkin tidak akan membentuk hubungan yang positif dengan olahraga.

3. Keterampilan komunikasi yang tidak baik

Apabila orang tua tidak memberikan perhatian yang cukup ketika anak-anak berbicara, anak-anak akan merasa bahwa pikiran dan perasaan mereka tidak dihargai, sehingga dapat mengarah pada keterampilan mendengarkan yang buruk.

Jika orang tua menggunakan komunikasi agresif atau pasif-agresif, anak-anak mampu meniru perilaku itu dan kesulitan mengekspresikan diri. Tanpa pembelajaran komunikasi tegas, mereka juga mungkin kesulitan berbicara dengan percaya diri dan hormat.

4. Masalah manajemen waktu dan penundaan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore