
lustrasi seseorang yang tumbuh dari keluarga yang peminum alkohol
JawaPos.com - Hidup dalam keluarga di mana alkohol menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari dapat meninggalkan dampak yang signifikan pada perkembangan seseorang, bahkan hingga dewasa.
Ketika seorang anak tumbuh di lingkungan seperti itu, mereka sering kali harus menghadapi dinamika keluarga yang tidak stabil, kurangnya perhatian emosional, atau bahkan perilaku yang berbahaya.
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal memiliki efek mendalam, yang kerap membawa tantangan emosional, sosial, dan psikologis di kemudian hari.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (12/1), terdapat delapan tantangan yang umum dihadapi oleh orang dewasa yang tumbuh dalam keluarga dengan banyak peminum alkohol.
1. Kesulitan dalam Membangun Kepercayaan
Ketika seseorang tumbuh dengan orang tua atau anggota keluarga yang kecanduan alkohol, mereka sering kali menghadapi kebohongan, janji yang diingkari, atau pengabaian.
Hal ini membuat mereka sulit mempercayai orang lain saat dewasa.
Mereka mungkin selalu waspada terhadap kemungkinan dikhianati, bahkan dalam hubungan yang sehat.
Baca Juga: 8 Tanda Perempuan dengan Tipe Kepribadian INFJ Menurut Psikologi, Paling Langka di Dunia!
2. Rasa Tanggung Jawab yang Berlebihan
Banyak anak dari keluarga dengan peminum alkohol merasa harus mengambil peran orang dewasa di usia dini.
Mereka mungkin harus merawat adik-adik, mengelola rumah tangga, atau mencoba menenangkan situasi yang tidak terkendali.
Akibatnya, mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu dan sulit meminta bantuan.
3. Kecenderungan Menghindari Konflik
Orang yang tumbuh dalam keluarga dengan banyak peminum alkohol sering kali terbiasa hidup dalam situasi konflik.
