
ilustrasi orang yang berketombe. (Freepik)
JawaPos.com - Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan kulit mati yang menyebabkan serpihan-serpihan putih terlihat di rambut dan pakaian.
Penyebab ketombe bisa bervariasi, mulai dari kulit kering, infeksi jamur, hingga reaksi terhadap produk perawatan rambut.
Meskipun tidak berbahaya, ketombe dapat menyebabkan rasa gatal dan ketidaknyamanan. Perawatan untuk ketombe umumnya menggunakan sampo antiketombe.
Namun ternyata ada bahan-bahan sederhana dan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ketombe menurut penelitian.
Dikutip dari Healthline (11/1), berikut ini 5 bahan yang dimaksud.
Sebuah penelitian tahun 2024 menunjukkan bahwa baking soda dapat membantu mengurangi gejala ketombe tanpa efek samping berbahaya dari pengobatan antijamur.
Namun, penelitian lain pada 2019 menemukan bahwa baking soda tidak mempengaruhi psoriasis, hidrasi kulit, atau kemerahan.
Aloe vera dapat digunakan untuk mengobati berbagai masalah kulit, seperti luka bakar, psoriasis, dan herpes labialis.
Penelitian dalam tabung uji menunjukkan bahwa aloe vera efektif melawan beberapa jenis jamur dan mengatasi infeksi jamur.
Selain itu, aloe vera juga dapat mengurangi peradangan yang membantu meredakan gejala ketombe. Meskipun hasilnya menjanjikan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.
Cuka apel dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan dan bisa digunakan sebagai pengobatan alami untuk ketombe, meskipun bukti ilmiah yang mendukung masih terbatas.
Cuka apel bersifat asam sehingga dapat mengurangi kekeringan pada kulit kepala dan menyeimbangkan pH kulit. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe.
Namun, sebuah studi pada 2022 menunjukkan bahwa penggunaan cuka apel dapat memperburuk iritasi kulit dan tidak memperbaiki kondisi eksim.
Minyak tea tree sudah lama digunakan untuk mengatasi masalah kulit seperti jerawat dan psoriasis, serta memiliki sifat antimikroba dan antifungal yang dapat membantu mengurangi ketombe.
Sebuah penelitian pada 2020 menunjukkan bahwa minyak tea tree efektif dalam mengobati lesi yang disebabkan oleh jamur malassezia, lebih baik dari pengobatan antifungal resep.
