Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 20.19 WIB

8 Ciri Orang yang Sulit Memaafkan Diri Sendiri Menurut Psikologi, Perjalanan Menuju Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri

Ilustrasi delapan ciri umum yang dimiliki orang-orang yang kesulitan memaafkan diri sendiri menurut psikologi. - Image

Ilustrasi delapan ciri umum yang dimiliki orang-orang yang kesulitan memaafkan diri sendiri menurut psikologi.

JawaPos.com - Pengampunan seringkali dibicarakan dalam konteks memaafkan orang lain, lalu bagaimana dengan memaafkan diri sendiri? Ini adalah medan yang sulit, penuh dengan rasa bersalah, penyesalan, dan terkadang kebencian terhadap diri sendiri.

Psikologi memberi tahu bahwa memaafkan diri sendiri tidak hanya bersifat terapeutik tetapi juga penting untuk kesehatan mental. Namun, sebagian dari kita merasa sangat sulit untuk melupakan kesalahan kita sendiri.

Dilansir dari Geediting, terdapat delapan ciri umum yang dimiliki orang-orang yang kesulitan memaafkan diri sendiri menurut psikologi.

Memahami sifat-sifat ini dapat membuat siapa saja melakukan perjalanan menuju kasih sayang terhadap diri sendiri dan akhirnya memaafkan diri sendiri.

1. Terlalu kritis terhadap kesalahan sendiri

Dalam dunia pengampunan diri, kritik batin memainkan peran penting. Orang yang berjuang untuk memaafkan diri sendiri seringkali memiliki suara yang terlalu kritis dalam benaknya. Suara ini cepat membesar-besarkan setiap kesalahan kecil dan mengubahnya menjadi kegagalan pribadi yang besar.

Mereka menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan dan memutar ulang skenario itu berulang-ulang dalam pikiran mereka. Itu seperti kaset rusak yang berisi rasa bersalah, penyesalan, dan menyalahkan diri sendiri.

Kita semua pernah melakukannya. Kesalahan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Namun, bagi orang-orang ini, setiap kesalahan terasa seperti dakwaan pribadi atau pukulan telak bagi harga diri mereka.

2. Tingkat perfeksionisme yang tinggi

Perfeksionisme adalah konsep psikologis yang mengacu pada penetapan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri. Ini memainkan peran utama dalam memaafkan diri sendiri, atau lebih tepatnya, kurangnya memaafkan diri sendiri.

Orang yang perfeksionis tidak pernah puas dengan 'cukup baik'. Mereka selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, yang seringkali dengan mengorbankan kesehatan mental mereka. Masalah muncul saat mereka gagal memenuhi standar yang tidak realistis ini.

Saat itulah rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri muncul. Mereka mencaci diri sendiri karena tidak 'sempurna', meskipun harapannya tidak dapat dicapai sejak awal. Perfeksionisme bisa menjadi pedang bermata dua.

Meskipun dapat mendorong orang untuk mencapai hal-hal hebat, hal itu juga dapat menyebabkan kritik diri dan kesulitan memaafkan diri sendiri ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana.

3. Sulit untuk berbelas kasih pada diri sendiri

Orang yang sulit memaafkan diri sendiri sering kali kesulitan untuk berbelas kasih kepada diri sendiri. Mereka merasa sulit untuk bersikap baik dan pengertian terhadap diri sendiri saat mereka gagal atau gagal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore