Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 00.08 WIB

4 Tips untuk Pria Agar Segera Beranjak dari Luka Emosional usai Putus Cinta

Ilustrasi pertengkaran pasangan. (freepik) - Image

Ilustrasi pertengkaran pasangan. (freepik)

JawaPos.com - Putus cinta adalah pengalaman universal dan menyakitkan, tak terkecuali bagi pria.

Stereotip yang mengatakan pria lebih tegar seringkali membuat mereka enggan menunjukkan kesedihannya.

Padahal, memendam emosi justri bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama kesehatan mental dan emosional.

Oleh karena itu, penting bagi pria untuk mengetahui cara yang tepat untuk menghadapi dan melewati masa sulit ini.

Mengapa Putus Cinta Terasa Berat?

Keputusan untuk berpisah seringkali meninggalkan luka yang mendalam, baik bagi pihak yang memutuskan maupun yang diputuskan.

Bagi pria, tekanan sosial untuk selalu terlihat kuat dan tegar bisa memperburuk keadaan.

Padahal, mengakui dan memproses emosi adalah langkah pertama untuk pemulihan.

Hal yang Terjadi Ketika Putus Cinta

Stres dan kecemasan terasa di dalam hati. Rasa kehilangan dan penyesalan dapat berujung pada kesedihan yang mendalam. 

Fokus dan konsentrasi bisa terganggu akibat pikiran yang terus memikirkan hubungan yang telah berakhir.

Kegagalan dalam hubungan pun bisa memicu rasa rendah diri dan keraguan pada diri sendiri.

Namun melansir Calm.com, putus cinta terkadang memicu reaksi tubuh yang mirip rasa sakit fisik.

Otak kita merasakan putus cinta sebagai rasa sakit emosional dan merespons dengan melepaskan hormon stres, seperti kortisol.

Hormon ini dapat menyebabkan gejala fisik seperti dada terasa sesak, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore