
Ilustrasi- Pasangan bermasalah dalam komunikasi (garetsvisual-freepik)
JawaPos.com - Perselingkuhan adalah salah satu masalah yang sering kali menjadi ujian berat dalam sebuah hubungan. Meskipun setiap hubungan memiliki dinamika dan tantangan, beberapa perilaku pasangan bisa menjadi tanda-tanda adanya ketidakpuasan atau masalah yang lebih dalam.
Banyak orang tidak menyadari bahwa perilaku tertentu dalam hubungan mereka dapat memicu perasaan tidak dihargai atau diabaikan, yang pada akhirnya dapat membawa mereka untuk mencari perhatian atau penghiburan di luar hubungan.
Dalam artikel ini, melansir Blog Herald, kita akan membahas sembilan perilaku pasangan yang sering kali menjadi pemicu perselingkuhan, menurut pandangan psikolog, agar Anda bisa lebih waspada dan menjaga keharmonisan dalam hubungan.
1) Sikap Terlalu Tertutup
Komunikasi adalah kunci dalam hubungan. Ketika pasangan cenderung tertutup dan enggan berbagi perasaan atau masalah, hubungan bisa terasa hambar. Ketertutupan ini membuat pasangan lain merasa tidak dihargai, sehingga mencari perhatian di tempat lain.
2) Kurangnya Empati
Kurangnya rasa empati terhadap perasaan pasangan dapat menimbulkan jurang emosional. Ketika seseorang merasa tidak didengarkan atau dipahami, ia mungkin mencari orang lain yang memberikan perhatian lebih.
3) Pujian yang Berlebihan
Meskipun pujian dapat mempererat hubungan, jika dilakukan secara berlebihan dan terkesan tidak tulus, ini justru dapat menimbulkan rasa curiga. Pasangan mungkin merasa ada maksud tersembunyi di balik pujian tersebut.
4) Menghindari Pertengkaran
Menghindari konflik memang terlihat seperti cara menjaga keharmonisan, tetapi jika dilakukan terus-menerus, hal ini malah bisa memunculkan masalah yang tidak terselesaikan. Pasangan yang frustasi mungkin mencari pelarian di luar hubungan.
5) Sering Lembur
Kesibukan yang berlebihan, seperti sering lembur, dapat mengurangi waktu berkualitas bersama pasangan. Hubungan yang minim perhatian dan interaksi cenderung lebih rentan terhadap perselingkuhan.
6) Ketergantungan pada Ponsel
Penggunaan ponsel yang berlebihan hingga mengabaikan pasangan seringkali menjadi pemicu ketegangan dalam hubungan. Ketika seseorang lebih fokus pada ponsel daripada hubungan nyata, pasangan lain mungkin merasa diabaikan.
