Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2025, 23.57 WIB

Perbedaan Misinformasi, Disinformasi, dan Malinformasi, Yuk Ketahui Tips dan Trik Membongkar Informasi Keliru di Dunia Maya

Ilustrasi informasi keliru di dunia maya. (vectorjuice/freepik) - Image

Ilustrasi informasi keliru di dunia maya. (vectorjuice/freepik)

JawaPos.com–Tahukah kamu kalo berita bohong ada variasinya? Berita bohong sering disebut juga sebagai hoax. Dalam konteks yang lebih luas, hoax mencakup lebih dari tentang berita bohong, yaitu informasi keliru yang dikemas untuk mengelabui publik atau masyarakat dengan tujuan tertentu, bahkan tendensi khusus.

Ada 3 jenis informasi keliru yang dapat disebut sebagai hoax, di antaranya misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Lebih jelasnya, yuk simak perbedaan tiap jenis informasi keliru ini.

Dikutip dari laman PrimaCom, ada 3 jenis besar informasi keliru yang dapat disebut sebagai bagian dari berita bohong atau hoax, di antaranya adalah sebagai berikut.

Misinformasi

Misinformasi merupakan informasi keliru yang disebarkan tanpa disengaja. Misinformasi dapat terjadi karena beberapa alasan, diantaranya adalah kecerobohan pengirim, salah pengetikan atau pengutipan sumber, serta ketidaktahuan atau keterbatasan pemahaman pengirim.

Ciri khas dari misinformasi adalah adanya ketidaktahuan atau ketidaksengajaan dari perspektif pengirim terhadap informasi yang disebarkan. Contoh dari jenis misinformasi adalah kegiatan berbagi informasi sehari-hari yang biasanya ada tendensi tuntutan atau paksaan dari pihak tertentu kepada suatu kelompok sosial yang sifatnya cenderung dalam tempo yang cepat, sehingga memaksa banyak pihak untuk segera menyebarkan informasi tersebut.

Misinformasi dapat terjadi jika ada situasi dan kondisi yang panik, sehingga menuntut banyak orang untuk bereaksi secara otomatis terhadap suatu pemicu informasi.

Tips dan Trik menghadapi Misinformasi

Tenang dan skeptis. Dalam konteks sosial atau sebuah komunitas, maka dapat mencoba untuk mengolah informasi yang ditangkap dan mengecek kembali kepada sumber pengirim apakah informasi tersebut benar dan valid.

Berpikir kritis. Berpikir kembali dan menanyakan realitas sekitar. Apakah informasi ini memiliki tendensi tertentu untuk mengacaukan sebuah keadaan atau informasi ini hanyalah sebuah informasi keliru saja.

Konfirmasi kepada pengirim. Jika dirasa informasi ini sudah cukup membuat resah, walaupun tidak ada tendensi untuk menyakiti pihak tertentu, maka lebih baik untuk ditanyakan kepada pengirim tersebut, apakah informasi ini valid atau tidak, sehingga dapat diambil sebuah tindakan atas informasi tersebut. Hal ini juga dapat diterapkan jika misinformasi dilakukan oleh individu dan individu lain dapat mengoreksinya karena adanya alasan ketidaksengajaan dan ketidaktahuan.

Disinformasi

Berbeda dengan misinformasi, disinformasi sudah memiliki tujuan tertentu, bahkan cenderung menyakiti pihak lain. Disinformasi merupakan informasi keliru yang sengaja disebarluaskan dengan niat untuk menyesatkan atau memanipulasi banyak orang.

Dalam perspektif si pengirim, disinformasi didiseminasikan untuk tujuan yang bersifat merusak pihak atau kelompok tertentu, sehingga dampaknya adalah ketidakpercayaan bahkan kebencian kepada suatu kelompok tertentu. Ciri khas dari disinformasi adalah informasi keliru yang ditujukan kepada massa dengan tujuan mendiskreditkan pihak lain sehingga mempengaruhi publik secara luas dengan tendensi untuk menjatuhkan pihak yang dikenai informasi keliru tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore