
Ilustrasi perempuan memegang jam di atas kepalanya. (freepik)
JawaPos.com - Pergantian tahun selalu disambut dengan semangat baru dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Membuat resolusi baru pun menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan untuk menulis impian dan target yang ingin dicapai.
Namun, seringkali resolusi hanya berakhir sebagai pajangan di kertas yang terlupakan seiring berjalannya waktu. Mengapa demikian?
Salah satu penyebab utamanya, dari sudut pandang psikologi, adalah kurangnya pemahaman diri sebelum menyusun resolusi.
Sebelum membuat resolusi kesuksesan di tahun 2025, luangkan waktu untuk benar-benar mengenal diri sendiri. Tak hanya secara dangkal, tetapi mendalam pula secara psikologis.
Mengenal Diri Sendiri
Dalam psikologi, mengenal diri sendiri dikenal sebagai self-awareness, sebuah konsep penting dalam kecerdasan emosional yang dipaparkan oleh Daniel Goleman dalam bukunya “Emotional Intelligence”.
Self-awareness melibatkan pemahaman tentang emosi, nilai-nilai, keyakinan, kekuatan, kelemahan dan bagaimana kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.
Proses pemahaman mendalam tersebut menjadi bagian yang penting untuk mengenal diri sendiri. Sebab, resolusi tahun baru pada hakikatnya harus selaras dengan jati diri kita.
Resolusi yang dipaksakan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai pribadi atau bahkan bertentangan dengan kebutuhan psikologis kita akan cenderung sulit untuk dipertahankan.
Ketika resolusi tersebut ditinggalkan, maka seringkali akan memicu perasaan kecewa dan menyalahkan diri sendiri. Bahkan, menurunkan harga diri (self-esteem).
Oleh karena itu, penting untuk mengapresiasi dan menerima diri kita sendiri sepenuhnya.
Lakukan Refleksi Diri
Refleksi diri juga menjadi poin penting lainnya dalam langkah awal mengenal diri. Dari sudut pandang Martin Seligman dalam bukunya “Authentic Happiness” dan “Flourish”, identifikasi pencapaian dan momen positif yang berhasil diraih.
Momen-momen membanggakan ini perlu diingat untuk memupuk rasa percaya diri dan keyakinan pada kemampuan diri yang akan memotivasi langkah Anda di tahun 2025.
Kelindan dengan hal tersebut, dilansir dari simplypsychology.org, Albert Bandura menjelaskan kalau keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya berpengaruh pada kesempatan kemungkinan untuk kita berhasil mencapai tujuan.
