Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Januari 2025, 16.14 WIB

Orang yang Merasa Cemas Saat Musim Liburan, Cenderung Mengalami 8 Hal Ini, Salah Satunya Konflik dengan Keluarga

Ilustrasi orang yang merasa cemas saat musim liburan. (Unsplash.com/SHINETANG) - Image

Ilustrasi orang yang merasa cemas saat musim liburan. (Unsplash.com/SHINETANG)

JawaPos.com - Musim liburan tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, mereka kerap menghabiskan waktu dengan keluarga atau berlibur ke tempat wisata.

Tapi pada kenyataannya, tidak semua orang menunggu musim liburan tersebut, bahkan merasa cemas dan menghindarinya dengan berbagai alasan. Hangatnya berkumpul dengan orang-orang terkasih seperti bukan hal yang dirindukan.

Dilansir dari laman Baseline Mag pada (02/01) orang yang merasa cemas saat liburan, cenderung mengalami 8 hal ini, diantaranya adalah :

1. Konflik dengan keluarga

Konflik keluarga, terutama yang belum terselesaikan, dapat berkontribusi signifikan terhadap kecemasan saat liburan. Ini bisa berupa pertengkaran, perselisihan, atau ketegangan antar anggota keluarga yang terjadi selama tahun-tahun pembentukanmu.

Liburan sering kali berarti pertemuan keluarga, dan kemungkinan berada di dekat orang-orang yang terlibat konflik di masa lalu dapat memicu kecemasan. Konflik-konflik tersebut dapat berasal dari berbagai sumber seperti perbedaan pendapat dengan orang tua, persaingan saudara, atau perceraian orang tua.

Sebagai orang dewasa, musim liburan mungkin membawa kembali kenangan tersebut sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman atau khawatir. Menyadari hubungan antara konflik masa lalu dan kecemasan saat ini adalah langkah penting dalam memahami dan mengatasi stres yang disebabkan oleh liburan.

2. Harapan dan tekanan tinggi

Pengalaman masa kanak-kanak umum lainnya yang terkait dengan kecemasan saat liburan adalah tekanan ekspektasi yang tinggi. Liburan, terutama pada saat hari raya keagamaan, sering kali datang dengan harapan masyarakat akan kebahagiaan dan kebersamaan.

Sebagai seorang anak, kamu mungkin pernah merasakan tekanan untuk membuat liburan menjadi sempurna, mendapatkan hadiah terbaik, atau selalu bersemangat. Harapan-harapan ini dapat menimbulkan perasaan tidak mampu jika tidak dipenuhi, yang dapat menimbulkan stres dan kecemasan.

Tekanan ini seringkali terbawa hingga dewasa sehingga menimbulkan perasaan cemas serupa saat musim liburan. Penting untuk dipahami bahwa tidak apa-apa jika segala sesuatunya tidak sempurna, liburan adalah tentang kesenangan dan relaksasi, bukan memenuhi ekspektasi yang tidak realistis.

3. Tekanan finansial

Tumbuh dalam rumah tangga yang mengalami tekanan finansial juga dapat menyebabkan kecemasan saat liburan. Liburan sering kali disertai dengan pengeluaran tambahan seperti hadiah, dekorasi, makanan khusus, dan terkadang perjalanan.

Sebagai orang dewasa, meskipun situasi keuangan telah membaik, sisa stres masa kanak-kanak tersebut dapat bertahan lama sehingga menimbulkan kecemasan selama masa liburan. Penting untuk mengetahui bahwa kita perlu menemukan cara untuk mengatur pengeluaran liburan agar tidak memicu stres atau kecemasan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore