
Resep odading ala Devina Hermawan menghadirkan harmoni antara tradisi dan modernitas. (Tangkapan Layar YouTube Devina Hermawan)
JawaPos.com-Siapa yang tidak kenal odading, jajanan khas Bandung yang sempat mencuri perhatian masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu? Popularitas odading kembali melejit berkat video promosi lucu dari seorang penjual di Bandung yang kemudian viral di media sosial. Namun, jauh sebelum menjadi tren dunia maya, odading sudah lama menjadi bagian dari kuliner Nusantara, terutama di Jawa Barat.
Kini, banyak koki profesional hingga food content creator ikut mengangkat kembali pamor odading, termasuk salah satunya Devina Hermawan, chef muda yang dikenal melalui MasterChef Indonesia dan berbagai kanal resepnya. Resep odading versi Devina ini cukup sederhana, mudah diikuti, dan menghasilkan tekstur yang empuk dengan rasa manis pas di lidah.
Dengan panduan ini, Anda tidak hanya bisa membuat odading untuk camilan sore, tapi juga memahami nilai budaya di balik jajanan tradisional satu ini, dilansir dari kanal Devina Hermawan.
Pertama, siapkan wadah lalu campurkan susu cair, gula pasir, dan telur. Aduk hingga gula larut sempurna. Tambahkan sedikit minyak untuk memberikan kelembutan pada adonan.
Dalam mangkuk besar, campurkan tepung terigu, susu bubuk, garam, baking soda, dan baking powder. Aduk rata dengan sumpit atau spatula agar tercampur merata.
Tuangkan campuran cair ke dalam bahan kering sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Lakukan perlahan agar adonan menyatu dengan baik.
Uleni dengan tangan sampai permukaan adonan halus. Tidak perlu sampai kalis elastis, cukup hingga tidak lengket. Tutup dengan cling wrap atau kain bersih, diamkan di suhu ruang sekitar 2 jam. Setelah itu, simpan semalaman di lemari es untuk proses fermentasi dingin yang membuat rasa lebih dalam.
Siapkan talenan dan rolling pin yang sudah dioles minyak. Gilas adonan hingga setebal 1 cm. Basahi permukaan dengan sedikit air, taburi wijen, lalu gilas lagi hingga ketebalan sekitar 0,5 cm. Potong dengan ukuran 4 x 6 cm atau sesuai selera.
Panaskan minyak dengan api sedang. Masukkan potongan odading satu per satu, goreng sambil diaduk agar mengembang merata. Tunggu hingga berwarna cokelat keemasan, angkat, lalu tiriskan.
Odading siap disajikan selagi hangat. Teksturnya empuk, sedikit renyah di luar, dan harum wangi susu serta wijen.
Odading pertama kali populer di Bandung, Jawa Barat. Konon, namanya berasal dari bahasa Sunda. Ada kisah unik bahwa seorang anak kecil yang membeli kue goreng ini pernah berkata “odading” ketika ditanya ibunya, padahal sebenarnya ia sedang menirukan bunyi makanan saat digigit. Dari situlah nama odading melekat hingga sekarang.
Secara bentuk, odading mirip dengan roti goreng manis. Namun, ada ciri khas: tekstur dalamnya empuk dengan rongga udara, sementara bagian luar sedikit garing. Kehadiran wijen di atasnya memberikan rasa gurih manis yang khas.
Tidak hanya sebagai jajanan pasar, odading juga kerap disajikan di warung kopi atau sebagai camilan sore ditemani teh hangat.
Selain resep klasik ala Devina Hermawan, odading kini hadir dalam berbagai variasi rasa dan bentuk, di antaranya:
Kreasi ini cocok untuk generasi muda yang menyukai fusion food tanpa meninggalkan akar tradisionalnya.
