Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 07.59 WIB

Tak Cukup Dengan Pendekatan Individu, Mencegah Bunuh Diri Perlu Sistem Terintegrasi

Executive Director Zero Suicide International, Brian Ahmedani. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Mencegah tindakan bunuh diri membutuhkan sistem terintegrasi yang menghubungkan banyak pihak. Pendekatan individu tidak cukup untuk menekan dorongan bunuh diri.
 
Hal ini yang menjadi bahasan dalam 6th International Zero Suicide Summit 2026 yang digelar di Bali pada 13-14 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan komunitas pencegahan bunuh diri, pemimpin layanan kesehatan, akademisi, peneliti, pembuat kebijakan serta praktisi kesehatan jiwa lebih dari 30 negara. 
 
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Zero Suicide International® bekerja sama dengan Henry Ford Health, serta bermitra dengan Wellspring Center Indonesia. Forum ini menjadi bahan pengembangan dalam upaya mencegah bunuh diri.
 
Executive Director Zero Suicide International, Brian Ahmedani mengatakan, dibutuhkan sistem yang kuat dalam mencegah terjadinya aksi bunuh diri.
 
 
"Pencegahan suicide membutuhkan lebih dari sekadar intervensi pada tingkat individu. Kita membutuhkan sistem yang mampu bekerja secara terintegrasi, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan komunitas serta memastikan praktik berbasis bukti dapat diterapkan secara berkelanjutan," kata Brian.
 
Hadirnya banyak pihak dari berbagai negara menjadi kolaborasi dalam memperkuat pencegahan bunuh diri. Dengan begitu diharapkan sistem yang dibangun semakin baik dan adaptif.
 
Sejumlah topik yang dibahas dalam diskusi meliputi penguatan kemitraan dalam sistem kesehatan nasional dan lintas negara, pemanfaatan teknologi digital dan Electronic Health Records (EHR), peningkatan kapasitas komunitas dan tenaga kesehatan, pendekatan berbasis budaya melalui seni dan musik hingga integrasi perspektif pengalaman hidup atau lived experience dalam pencegahan bunuh diri.
 
Founder & Chairman Wellspring Center Indonesia, Sandersan Onie mengatakan, peneliti Harvard Medical School sekaligus bagian dari Steering Committee Summit, penyelenggaraan forum internasional ini di Indonesia menjadi kesempatan untuk mempertemukan pembelajaran global dengan kebutuhan dan konteks masyarakat Indonesia. 
 
"Indonesia memiliki keragaman sosial dan budaya yang perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bunuh diri," kata Sandersan.
 
Melalui kegiatan ini Indonesia diharapkan bisa memadukan pendekatan lokal dengan yang dilakukan di negara lain. Sehingga, pendekatan pencegahan bunuh diri semakin relevan dan efektif saat diterapkan di kehidupan nyata.
 
Melalui pertemuan lintas negara dan lintas disiplin ini, Summit diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman, membangun jejaring profesional serta mendorong kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan upaya pencegahan bunuh diri. 
 
Seperti diketahui sebelumnya, Zero Suicide International® adalah inisiatif global yang didedikasikan untuk mengimplementasikan kerangka pencegahan bunuh diri yang komprehensif dan berbasis bukti. Berakar dari model yang dipelopori di Henry Ford Health, Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Zero Suicide International kini beroperasi di lebih dari 30 negara untuk mentransformasi sistem kesehatan, memperkuat kebijakan, serta mempromosikan visi dunia tanpa kasus bunuh diri.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore