
Ilustrasi: Garam Laut. (Pixabay)
JawaPos.com - Kesehatan keluarga menjadi prioritas utama di banyak rumah tangga modern. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah asupan natrium, yang sebagian besar berasal dari garam.
Garam, yang biasa digunakan untuk menambah cita rasa makanan, sering kali menjadi penyebab masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, ada alternatif lain yang semakin populer sebagai penambah rasa, yaitu monosodium glutamate (MSG). Jadi, mana yang lebih sehat untuk pola makan keluarga, MSG atau garam?
“Dalam konteks menjaga kesehatan, terutama dalam hal pengurangan natrium, MSG bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan garam meja. MSG memberikan rasa gurih yang sama, namun dengan kandungan natrium yang jauh lebih rendah, ” ungkap ahli gizi Leony Susan kepada wartawan.
Fakta MSG dan Bedanya dengan Garam
MSG adalah garam dari asam glutamat, yang secara alami ditemukan dalam makanan seperti tomat, keju, dan daging. MSG dikenal memberikan rasa umami, rasa gurih yang kaya yang sering dikaitkan dengan kelezatan makanan.
“Perbedaan utama antara MSG dan garam adalah kandungan natriumnya. Garam meja mengandung sekitar 39% natrium, sementara MSG hanya mengandung sekitar 12% natrium. Artinya, kita bisa mengurangi asupan natrium secara signifikan dengan menggunakan MSG tanpa mengorbankan rasa gurih dalam makanan,” jelas Leony.
MSG dapat digunakan untuk meningkatkan rasa dalam berbagai jenis masakan, dari sup, tumisan, hingga makanan panggang. Dengan penggunaan yang tepat, MSG dapat menggantikan sebagian besar garam dalam masakan, sehingga membantu mengurangi asupan natrium dalam pola makan keluarga sehari-hari.
Mitos Seputar MSG
Meskipun MSG memiliki manfaat kesehatan, penggunaannya sering kali dibayangi oleh mitos yang tidak berdasar. Salah satu mitos yang paling terkenal adalah bahwa MSG menyebabkan berbagai gejala seperti sakit kepala dan mual, yang disebut sebagai sindrom restoran Tiongkok. Namun, banyak penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi.
“Banyak orang masih percaya pada mitos lama tentang MSG, padahal penelitian terbaru menunjukkan bahwa MSG aman digunakan dalam jumlah yang wajar. Jika digunakan dengan tepat, MSG tidak menimbulkan risiko kesehatan yang serius,” kata Leony.
Mana yang Lebih Sehat?
Dalam konteks kesehatan keluarga, mengurangi asupan garam adalah langkah penting untuk mencegah penyakit terkait natrium. Dengan mengganti sebagian garam dengan MSG, keluarga dapat menikmati makanan lezat dengan risiko yang lebih rendah terhadap kesehatan.
“MSG memberikan rasa gurih yang mirip dengan garam, namun dengan kandungan natrium yang jauh lebih rendah. Ini menjadikannya pilihan yang lebih sehat bagi keluarga yang ingin menjaga kesehatan mereka tanpa harus mengorbankan rasa makanan,” jelas Leony.
Namun, seperti halnya bahan makanan lainnya, moderasi adalah kunci. “Baik garam maupun MSG harus digunakan dalam jumlah yang tepat. Tidak ada yang salah dengan penggunaan keduanya, selama kita memperhatikan takaran dan proporsinya sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022