
MENGHILANGKAN GERAH: Seorang pemuda membasahi kepala dengan air untuk melawan cuaca panas di Lombok, NTB, Selasa (25/4).
"Apabila terjadi reaksi pada kulit yang terbakar matahari, perlu diperhatikan agar panas yang sudah masuk ke kulit tidak sampai menyebar lebih luas, yang utama bisa menggunakan air mengalir atau didinginkan pakai handuk," kata Darma yang merupakan pemilik klinik spesialis kulit dan kecantikan DNI Skin Center saat dihubungi di Jakarta, dikutip dari Antara Kamis (27/4).
Darma mengatakan, reaksi awal yang muncul saat kulit terbakar matahari adalah muncul kemerahan, dan apabila tidak segera ditangani dapat melepuh, sehingga menyebabkan infeksi yang lebih parah. Dia juga melarang penggunaan es pada kulit yang terbakar.
"Jangan pakai es karena akan mengecilkan pembuluh darah, cukup meredam efek buruk dari panas, didinginkan, jangan sampai kulit lepuh karena akan berbekas," ujarnya.
Darma juga memaparkan pentingnya penggunaan pelembab atau moisturizer yang bersifat oklusif pada kulit yang terbakar.
Pelembab oklusif ini mencegah lapisan di atas permukaan kulit agar tidak kehilangan kandungan air (water loss) sehingga kulit tetap lembab.
"Jadi ada dua tipe pelembab, yang pertama oklusif, kemudian humektan, kalau humektan ini water based, jadi dia sifatnya menarik air, kalau pas kulit terbakar, sebaiknya oklusif, karena kalau menggunakan humektan, saat cuaca di luar kering, takutnya luka bisa semakin kering dan mengelupas," tutur dia.
Dokter itu menekankan, apabila luka tidak membaik dan semakin parah, maka sebaiknya dibawa ke dokter, karena ketika kulit yang melepuh pecah bisa menimbulkan infeksi.
"Kalau cuma ringan merah biasa, cukup menggunakan pelembab, kalau tidak membaik, perlu diberikan obat steroid dari dokter yang tidak bisa dibeli sendiri," ujarnya.
"Kalau kondisi muka berminyak, berjerawat, dan sedang tidak terbakar, maka pelembab tidak wajib, karena penggunaan pelembab bisa menutup pori-pori," lanjut dia.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan skincare seperti retinol dan bahan-bahan AHA/BHA yang sifatnya eksfoliasi (mengangkat sel-sel kulit mati) harus lebih hati-hati di cuaca panas, karena mudah berisiko untuk muncul iritasi akibat paparan matahari yang lebih kuat.
