
seseorang yang selalu memilih kursi lorong (Freepik/vgstockstudio)
JawaPos.com - Saat naik pesawat, kereta, bus, atau bahkan saat duduk di bioskop, sebagian orang hampir selalu memilih kursi lorong. Menariknya, bagi banyak orang keputusan itu terjadi secara otomatis—tanpa dipikir panjang.
Dalam psikologi, kebiasaan kecil seperti ini sering kali berkaitan dengan pola kepribadian, kebutuhan psikologis, dan cara seseorang merespons lingkungan. Pilihan tempat duduk bisa mencerminkan bagaimana seseorang memandang kenyamanan, kontrol, hingga interaksi sosial.
Orang yang secara refleks memilih kursi lorong biasanya memiliki beberapa karakteristik kepribadian tertentu. Dilansir dari Geediting, terdapat 9 ciri yang sering ditemukan menurut perspektif psikologi perilaku.
1. Menghargai Kebebasan Bergerak
Salah satu alasan paling umum memilih kursi lorong adalah kebebasan untuk bergerak kapan saja.
Orang dengan karakter ini cenderung tidak suka merasa “terjebak” atau dibatasi. Mereka merasa lebih nyaman jika memiliki akses langsung untuk berdiri, berjalan, atau keluar tanpa harus mengganggu orang lain.
Dalam psikologi, kebutuhan ini sering berkaitan dengan sense of autonomy atau kebutuhan akan kemandirian.
Mereka merasa lebih tenang ketika tahu bahwa mereka memiliki pilihan untuk bergerak kapan saja.
2. Cenderung Praktis dan Efisien
Pemilih kursi lorong sering kali berpikir secara praktis.
Mereka tidak ingin repot harus meminta izin untuk keluar saat ingin ke toilet, mengambil barang di bagasi, atau sekadar berdiri untuk meregangkan badan.
Orang dengan pola pikir ini biasanya:
menyukai hal yang sederhana
cepat mengambil keputusan
memprioritaskan efisiensi
