
Ilustrasi orang yang mudah tersulut emosinya hanya karena perkataan orang lain. (freepik/ lookstudio)
JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah merasa tersinggung atau terluka oleh perkataan orang lain, tetapi bagi sebagian orang, kata-kata bisa menjadi pemicu emosi yang begitu kuat hingga memengaruhi suasana hati, pikiran, bahkan tindakan mereka.
Tanpa disadari, mereka lebih mudah terbawa perasaan, merasa diserang, atau bahkan terus memikirkan kata-kata yang sebenarnya mungkin tidak dimaksudkan untuk menyakiti.
Hal ini bisa membuat mereka mengalami tekanan emosional yang berlebihan dan sulit untuk mengendalikan reaksi mereka.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Selasa (25/3), berikut merupakan 7 ciri orang yang mudah tersulut emosinya hanya karena perkataan orang lain, menurut psikologi.
1. Respons Emosional yang Berlebihan
Orang yang mudah tersulut emosi karena perkataan orang lain sering kali memiliki reaksi emosional yang lebih intens dibandingkan orang lain.
Bahkan komentar ringan yang tidak dimaksudkan untuk menyakiti bisa memicu perasaan marah, sedih, atau cemas yang mendalam.
Misalnya, jika seseorang bercanda atau memberikan pendapat dengan santai, mereka bisa merasa seolah-olah sedang diserang secara pribadi.
Hal ini terjadi karena mereka memiliki sensitivitas tinggi terhadap kata-kata tertentu, yang bisa jadi berasal dari pengalaman masa lalu atau perasaan tidak aman dalam diri mereka.
Jika tidak disadari dan dikelola dengan baik, reaksi emosional yang berlebihan ini bisa membuat mereka lebih sulit menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.
2. Sensitif terhadap Kritik
Orang yang mudah tersulut emosi karena perkataan orang lain cenderung melihat kritik, baik yang negatif maupun yang bersifat membangun, sebagai sesuatu yang mengancam harga diri mereka.
Bagi orang lain, kritik mungkin dianggap sebagai masukan yang berguna, tetapi bagi mereka, hal itu bisa terasa seperti serangan pribadi.
Misalnya, jika seseorang memberikan saran untuk memperbaiki cara kerja mereka, mereka bisa langsung merasa direndahkan atau dianggap tidak kompeten.
Reaksi yang muncul bisa berupa kemarahan, rasa tersinggung, atau bahkan keinginan untuk membela diri secara berlebihan.
