Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 22.57 WIB

Buntut Penolakan Pendampingan terhadap Bos Rental Mobil, Kapolsek Cinangka dan Anak Buahnya Diperiksa Propam

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar saat memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian penembakan Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. (ANTARA/HO-Polresta Tangerang/am) - Image

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar saat memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian penembakan Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. (ANTARA/HO-Polresta Tangerang/am)

JawaPos.com - Kapolsek Cinangka Polres Cilegon AKP Asep Iwan Kurniawan beserta tiga anak buahnya menjalani pemeriksaan oleh propam Polres Cilegon. Pemeriksaan tersebut merupakan buntut adanya penolakan pendampingan yang dilakukan IAS, 48, korban penembakan di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.

Kapolres Cilegon AKBP Kemas Indra Natanegara membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. "Ada empat orang termasuk Kapolsek," ujarnya, Jumat (3/1).

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan guna mendalami ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh petugas seperti yang dikeluhkan oleh anak korban. Ia pun masih belum dapat menginformasikan lebih lanjut perihal hasil pemeriksaan.

"Iya masih dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi oleh internal propam," katanya.

Kapolsek Cinangka Polres Cilegon AKP Asep Iwan Kurniawan menyebut, pemanggilan dilakukan hanya untuk klarifikasi terkait berita yang beredar terkait penolakan pendampingan kepada korban.

"Bukan diperiksa, diminta keterangan, diminta klarifikasi terkait berita itu tuh benar enggak gitu kan," tuturnya.

Ia membenarkan, selain dirinya, terdapat sejumlah anak buahnya yang turut dimintai keterangan. "Intinya saya tidak diperiksa, tetapi dikonfirmasi dan diklarifikasi terkait pemberitaan itu," katanya.

Sebelumnya, Agam Muhammad, 26, putra korban penembakan IAS, menceritakan kronologi lengkap terhadap peristiwa yang dialaminya. Peristiwa ini bermula saat salah satu pelaku Ajat Supriatna menyewa mobil Honda Brio selama tiga hari (31 Desember 2024 - 2 Januari 2025).

Namun, pada 1 Januari 2025, pihak rental mendapati dua perangkat GPS mobil telah dipotong di wilayah Pandeglang.

Namun, masih terdapat satu GPS aktif yang belum diputus oleh pelaku. Kemudian, Agam dan tim, termasuk korban IAS segera melacak kendaraan tersebut yang berada di Pandeglang.

"Nah dia dari arah Pandeglang, terus ketemu di pertigaan Saketi, sampai pertigaan Saketi itu kita portal mobil Brio kita," ujar Agam, Kamis (2/1) malam.

Mereka berhasil menghadang mobil Brio di pertigaan Saketi, Pandeglang. Namun, situasi berubah tegang ketika pelaku mengeluarkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AU sambil mengancam.

"Tiba-tiba orang di dalam mobil mengeluarkan senjata api dan dia bilang "Siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak loh" sambil nodong senjata," ungkap Agam.

Tak lama, sebuah mobil Sigra hitam datang dan menabrak kendaraan yang digunakan oleh tim Makmur Jaya Rental. Mobil Brio dan Sigra yang digunakan pelaku pun melarikan diri.

Pihaknya, kata Agam, kembali mengejar pelaku dengan memantau GPS. Kendaraan pelaku sempat berhenti sekitar 20 menit di Pasar Anyer, sekitar 2 kilometer dari Polsek Cinangka terdekat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore