
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Jakarta kemarin (3/3). Salah satu isinya tentang penyiapan SDM untuk urusan perawatan alat pertanian. Itu dilakukan untuk mendukung program Brigade Pangan atau akrab disebut petani milenial.
Penandatanganan dilakukan di kantor Kementerian Pertanian (Kementan). Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan mempunyai 300-500 ahli atau teknisi alat pertanian. Mereka nantinya diterjunkan untuk masuk ke tim Brigade Pangan. Tujuannya membekali para personel Brigade Pangan untuk bisa merawat alat pertanian hibah dari Kementan.
Usai penandatanganan MoU kedua menteri memberikan keterangan pers kepada awak media. Yassierli mengatakan Kementan mempunyai program strategis yang siap mereka dukung penuh. Seperti klaster-klaster pertanian yang di dalamnya dikelola oleh Brigade Pangan atau Petani Milenial. Dengan sejumlah program yang sedang digarap, dia optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan.
Apalagi klaster pertanian itu tidak semata meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. "Ini suatu hal yang sangat membahagiakan. Ketika kami melihat bagaimana proyeksi terkait dengan penyerapan tenaga kerja yang jumlahnya sangat signifikan," kata Yassierli
Menurut Yassierli lewat klaster pabgan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementan bersama-sama menangani dan menyelesaikan permasalahan terkait ketanagakerjaan di Indonesia.
"Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan siap mensupport terkait dengan instruktur dan mekanik," lanjutnya,
Mentan Andi Amran Sulaiman menambahkan, pemerintah membuka lahan pertanian seluas tiga jita hektar. Termasuk melalui program optimalisasi lahan. Lewat program ini, sampai sekarang sudah bisa menyerap 27 ribuan orang petani milenial.
Untuk mendukung Brigade Pangan, Kementan sudah mengirim sekitar 3.600 alat pertanian ke lapangan. Targetnya ada 7.000 unit alat pertanian berbagai jenis yang akan dikirim. "Tentu butuh mekanik. Dan nanti dipenuhi oleh Pek Menteri Ketenagakerjaan," kata Amran. (wan/bas)
