Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 00.17 WIB

Bertemu KSAL, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Pastikan Pagar Laut Sudah Dibongkar Rabu Siang

Nelayan membongkar pagar laut yang terpasang di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Nelayan membongkar pagar laut yang terpasang di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keluatan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pada Senin (20/1). Keduanya membahas masalah pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di Tangerang, Banten. Salah satunya terkait dengan evaluasi pembongkaran pagar laut tersebut. Trenggono menyebut, pembongkaran bakal kembali dilakukan pada Rabu (22/1). 

Dikutip dari akun media sosial resmi Menteri Trenggono, dia menyampaikan bahwa pertemuan dengan KSAL dan jajaran hari ini untuk melakukan evaluasi. Termasuk pembongkaran pagar laut yang sudah dilakukan oleh TNI AL pada Sabtu (18/1).

”Jadi, kami akan memberikan batasan waktu sampai dengan besok Rabu pagi. Kami akan rapat bersama bupati, lalu siangnya kami akan lakukan tindakan pembongkaran. Begitu, Pak KSAL ya,” terang dia. 

Di tempat yang sama, Ali menyampaikan bahwa dia bersama Trenggono dan jajaran mengevaluasi cara dan langkah terbaik untuk membongkar pagar laut sepanjang puluhan kilometer itu.

”Kami bersama pak menteri dan pak wamen melaksanakan evaluasi bagaimana cara yang baik, yang aman, yang cepat, dan praktis untuk bisa mempercepat, membantu kesulitan masyarakat nelayan. Karena, itu instruksi dari bapak presiden kan TNI harus bisa membantu kesulitan masyarakat,” jelasnya.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto menambahkan, pembahasan pagar laut oleh Menteri Trenggono dan Laksamana Ali membahas beberapa poin. ”Dari pertemuan tersebut, KKP dan TNI AL sepakat melakukan pembongkaran pagar laut sepanjang 30 kilometer di Tangerang pada Rabu 22 Januari siang,” kata dia. 

Melalui pertemuan tersebut, mereka membahas skenario pembongkaran yang lebih baik, cepat, dan praktis. ”Pembongkaran pagar laut melibatkan instansi lain seperti Polairud, Bakamla dan stakeholder kemaritiman lainnya,” kata dia. KKP, masih kata Doni, akan mengerahkan empat kapal pengawas, URC, dan enam sea rider dalam pembongkaran tersebut.

Doni menyebut, dalam 2 x 24 jam ke depan, Ditjen PSDKP KKP mempersiapkan logistik, personel, armada dan koordinasi guna memastikan pembongkaran berlangsung cepat, tepat, dan terukur. ”Pembongkaran ini akan dilaksanakan tetap memerhatikan  koridor hukum dan keberlanjutan lingkungan. KKP tetap berkomitmen menjaga kelestarian laut Indonesia untuk kesejahteraan bersama,” imbuhnya. 

Tidak hanya mempersiapkan berbagai kebutuhan pembongkaran, selama dua hari sampai Rabu nanti, KKP memberi waktu kepada siapa pun yang memasang pagar laut tersebut untuk segera mengakui perbuatan mereka. ”Selama tenggat waktu sampai Rabu 22 Januari, KKP memberikan kesempatan bagi pihak yang merasa memiliki atau bertanggung jawab atas pagar tersebut untuk segera menyatakan diri,” kata dia. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore