Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2025, 19.31 WIB

Protes Pembangunan Portal, Warga Hang Jebat Lakukan Aksi Jalan Santai Hingga Bundaran HI

Warga RW 08 Hang Jebat, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, saat Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (5/1). (Istimewa) - Image

Warga RW 08 Hang Jebat, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, saat Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (5/1). (Istimewa)

JawaPos.com–Warga RW 08 Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru lakukan protes saat momen Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (5/1). Warga Hang Jebat itu keberatan terhadap pembuatan gapura dan portal elektronik oleh salah satu kementerian di jalan umum wilayahnya.

Mereka kompak lakukan giat jalan santai dengan mengenakan kaos hitam bertulis Hang Jebat Melawan. Warga menilai apa yang dilakukan kementerian itu adalah hal yang tidak masuk akal dan melanggar hak asasi. Pasalnya pembangunan portal elektronik tersebut berada di wilayah jalan umum yang menjadi akses utama keluar masuk kendaraan warga Hang Jebat RW 08 Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

”Dengan jalan santai ini, kami ingin agar semua mengerti bahwa kami punya permasalahan. Di wilayah atau kampung kami ini ada bangunan berbentuk gapura dan portal. Itu berada di wilayah kami sebagai akses keluar masuk warga. Itu tidak semestinya dibangun, karena tidak ada hak untuk membangun,” ungkap Hartopo selaku Ketua Tim Musyawarah Warga Hang Jebat.

Aksi warga itu didampingi Perhimpunan Badan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI). Aksi jalan santai itu untuk menarik atensi masyarakat agar tahu bahwa kementerian melakukan pembangunan gapura dan portal elektronik yang mengganggu proses keseharian warga Hang Jebat. Baik secara ekonomi, sosial, dan budaya.

”Kami mendampingi warga Hang Jebat melakukan perlawanan terhadap salah satu Kementerian. Yang mana kebijakan di wilayah Hang Jebat dengan melakukan pembuatan portal maupun gapura sangat merugikan warga,” ungkap Fajar Kurniawan, SH, MH, selaku pengurus BPHI.

Fajar menambahkan, jalan yang ditutup portal tersebut sudah lama dipakai warga Hang Jebat. Portal itu merugikan warga.

”Kami akan melakukan sosialisasi ke Komnas HAM, Komisi 3, kami akan sambangi semua yang berkompeten untuk melihat kebijakan-kebijakan ini sangat bertentangan dengan hak asasi manusia,” tutur Fajar Kurniawan.

Langkah-langkah yang akan warga dan PBHI lakukan didukung Katua RW 08 Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

”Saya ingin warga tetap menyuarakan untuk melawan dengan elegan tidak perlu anarkis, hindarkan anarkis. Kita tetap elegan untuk bisa melawan yang jelas, melawan untuk dikembalikan seperti semula,” ujar Dirwantoro, Ketua RW 08 Kelurahan Gunung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore