Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 03.57 WIB

Mark Zuckerberg Dorong Revolusi Produktivitas Meta dengan Strategi ‘Go 5X Faster’ dan Kecerdasan Buatan untuk Inovasi Metaverse

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mendorong tim metaverse perusahaan untuk mengadopsi AI agar dapat bekerja lima kali lebih cepat dalam inovasi produk. - Image

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mendorong tim metaverse perusahaan untuk mengadopsi AI agar dapat bekerja lima kali lebih cepat dalam inovasi produk.

JawaPos.com — Meta melangkah semakin agresif dalam upayanya mempercepat produktivitas internal. Melalui kebijakan baru bertajuk Go 5X Faster, CEO Mark Zuckerberg mendorong para pekerja di divisi metaverse untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam setiap aspek pekerjaan, dengan target meningkatkan efisiensi hingga lima kali lipat. 

Strategi ini mencerminkan pergeseran ambisius perusahaan untuk mendorong produktivitas ekstrem melalui otomatisasi dan integrasi AI dalam setiap proses kerja.

Inisiatif tersebut diungkap melalui memo internal dari Vishal Shah, Wakil Presiden Metaverse Meta, yang menegaskan bahwa perusahaan tengah berupaya menjadikan penggunaan AI sebagai kebiasaan kerja, bukan sekadar inovasi sementara. 

“Tujuan kami sederhana namun ambisius: menjadikan AI sebagai kebiasaan, bukan hal baru yang bersifat sementara. Ini berarti mengintegrasikan AI ke dalam setiap basis kode dan alur kerja utama,” tulis Shah dalam pesan internal yang diperoleh 404 Media. Shah menekankan bahwa penerapan AI tidak hanya berlaku untuk tim teknis. 

“Saya ingin melihat para manajer produk, desainer, dan mitra lintas fungsi turut membangun prototipe, memperbaiki masalah, serta mendorong batas kemampuan teknologi. Kita harus bekerja lima kali lebih cepat dengan menghilangkan hambatan yang memperlambat kita,” ujarnya. Dia juga menargetkan “80 persen pegawai Metaverse akan mengintegrasikan AI dalam rutinitas kerja mereka sebelum akhir tahun ini.”

Dilansir dari Wired, Selasa (14/10/2025), langkah tersebut datang di tengah tekanan besar terhadap proyek metaverse Meta yang telah menyerap dana puluhan miliar dolar Amerika Serikat tanpa capaian komersial yang sepadan. Zuckerberg sendiri sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, sebagian besar kode di Meta akan ditulis oleh AI. Perusahaan bahkan kini memperbolehkan kandidat bekerja menggunakan AI saat mengikuti uji kemampuan pemrograman.

Namun, percepatan adopsi AI juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan insinyur perangkat lunak. Banyak di antara mereka menilai sistem pemrograman berbasis AI kerap menghasilkan kode yang rumit, sulit ditelusuri, dan rawan kesalahan. Sejumlah insinyur bahkan mengkritik tren baru yang mereka sebut sebagai pemrograman asal jadi—yakni praktik menulis kode tanpa pemahaman mendalam, hanya mengandalkan hasil dari sistem AI. 

Beberapa blog teknologi yang menjadi viral menyoroti hal ini dengan nada satir, menyebutnya sebagai “pemrograman tanpa nalar” dan memperingatkan bahaya “utang pemahaman” yang bisa menjadi bom waktu dalam dunia rekayasa perangkat lunak.

Tekanan serupa juga terlihat di perusahaan teknologi lain. CEO Amazon Andy Jassy menyatakan bahwa penerapan AI akan mengubah cara kerja perusahaan dan kemungkinan “mengurangi jumlah pekerja korporat karena peningkatan efisiensi yang diperoleh dari penggunaan AI secara luas.” 

Sementara itu, Meta mulai memperkenalkan sistem dashboard internal dengan unsur gamifikasi guna memantau dan mendorong tingkat penggunaan AI oleh karyawan, melalui mekanisme “Level Up” yang memberikan lencana digital bagi mereka yang aktif mengadopsi teknologi tersebut, sebagaimana dilaporkan Business Insider.

Meski strategi Go 5X Faster terlihat menjanjikan dari sisi efisiensi, tantangan utamanya kini bergeser pada keseimbangan antara percepatan dan pengawasan. Dalam visi Zuckerberg, kecerdasan buatan menjadi katalis utama bagi inovasi metaverse, namun bagi banyak insinyur perangkat lunak, risiko kehilangan kendali atas proses kreatif semakin nyata.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore