Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 02.43 WIB

Mengenal Distaff Day, Hari untuk Merayakan Peran Wanita dalam Sejarah Dunia Tekstil

Ilustrasi menjahit, benang dan jarum. (Image by freepik) - Image

Ilustrasi menjahit, benang dan jarum. (Image by freepik)


JawaPos.com -
 Tahukah kamu bahwa di setiap tahun tepatnya pada 7 Januari, masyarakat Benua Eropa merayakan Distaff Day.

Dulunya, tradisi ini dirayakan oleh wanita di Eropa yang menggunakannya sebagai waktu untuk kembali ke pekerjaan rumah tangga setelah liburan Natal.

Di masa lalu, para wanita kembali bekerja setelah perayaan Natal, yang berlangsung selama 12 hari, untuk memulai kegiatan memutar benang menggunakan distaff.

Dilansir laman nationaltoday.com, Distaff Day didedikasikan untuk mengenang pentingnya alat tradisional yang digunakan dalam industri tekstil, khususnya oleh wanita di masa lalu.

Distaff Day umumnya dirayakan oleh para pengrajin, terutama mereka yang terlibat dalam kerajinan tekstil seperti pemintalan benang, tenun, dan merajut.

Seiring berjalannya waktu, meskipun perayaan ini tidak lagi melibatkan banyak orang, beberapa komunitas kerajinan modern dan kelompok pengrajin masih merayakan Distaff Day, menjadikannya kesempatan untuk berkumpul, berbagi pengetahuan, dan merayakan warisan kerajinan tekstil.

Distaff, sebuah alat yang digunakan untuk memutar serat wol atau rami sebelum dijadikan benang, memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari di era pra-industri.

Sebagai bagian dari sejarah panjang pembuatan pakaian, Distaff Day mengingatkan kita pada kontribusi luar biasa wanita dalam dunia tekstil.

Meski alat tersebut tidak lagi digunakan secara luas, peringatan ini tetap hidup sebagai simbol penghargaan terhadap keterampilan wanita yang mengolah bahan mentah menjadi tekstil yang kita kenakan sehari-hari.

Distaff Day juga dikenal dengan sebutan Roc Day, yang berasal dari kata ‘roc’ yang dalam beberapa bahasa Eropa mengacu pada alat distaff itu sendiri.

Distaff Day tidak hanya tentang menghargai alat tersebut, tetapi juga mengenang budaya dan kebiasaan yang terkait dengan kehidupan rumah tangga pada masa lalu.

Dalam tradisi Eropa, wanita yang melakukan pekerjaan ini sering dianggap sebagai pahlawan tersembunyi yang bekerja tanpa pamrih untuk menjaga roda perekonomian berjalan.

  1. Asal Usul dan Sejarah Distaff Day

Distaff Day pertama kali muncul sebagai tradisi setelah 12 hari perayaan Natal, yang berakhir pada tanggal 6 Januari. Pada hari tersebut, para wanita kembali bekerja, terutama memutar benang dari serat wol atau rami dengan menggunakan alat distaff.

Sebelumnya, alat ini sangat penting dalam produksi pakaian sebelum ditemukan mesin pemintal benang.

  1. Pentingnya Distaff dalam Sejarah Tekstil

Pada masa sebelum revolusi industri, distaff adalah alat utama yang digunakan wanita untuk memulai pembuatan benang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore