
Blake Lively dan Justin Baldoni. (People)
JawaPos.com - Perang terbuka antara Blake Lively dan Justin Baldoni terkait adanya dugaan pelecehan seksual saat syuting film It Ends with Us masih terus berlanjut. Pihak Justin Baldoni membantah adanya pelecehan seksual sebagaimana diungkapkan Lively sebelumnya.
Pengacara Justin Baldoni, Bryan Freedman, justru mengaku bahwa pihaknya memiliki bukti untuk menunjukkan serangan jahat yang diarahkan kepada kliennya dari Blake Lively untuk tujuan tertentu.
Menurut sang pengacara, Lively sengaja membuat pernyataan seperti itu untuk tujuan mengambil alih film It Ends with Us. Untuk membuktikannya, pihak Justin Baldoni mengaku akan merilis semua bukti yang akan menunjukkan pola perundungan dan ancaman untuk tujuan mau mengambil alih film tersebut.
"Semua ini tidak akan mengejutkan karena sesuai dengan perilakunya di masa lalu, Blake Lively menggunakan orang lain untuk mengkomunikasikan ancaman tersebut dan melakukan perundungan untuk mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Kami memiliki semua bukti," kata kata Freedman dilansir dari People.
Pernyataan Freedman tersbeut muncul saat Lively yang membintangi bersama Justin Baldoni dalam film It Ends with Us, mengajukan gugatan hukum terhadap Baldoni dan pihak terkait, termasuk mitra produksi, dengan tuduhan pelecehan seksual dan melakukan fitnah balasan untuk mencoreng reputasinya.
Pada hari Senin, 6 Januari, tim hukum Lively menegaskan bahwa klaim serius soal pelecehan seksual yang diajukannya pertama kalinya dalam pengaduan di California pada 20 Desember 2024 didukung oleh fakta konkret.
Pihak Lively menegaskan kasus ini bukan akibat terjadinya perbedaan dalam proses kreatif, tapi jelas-jelas merupakan pelanggaran hukum adanya pelecehan seksual. Setelah kabar ini mencuat ke publik, pihak Justin Baldoni justru melakukan serangan balasan yang mencemarkan nama baik dan menghancurkan reputasi Lively.
"Seperti yang dituduhkan dalam pengaduan Ibu Lively, dan seperti yang akan kami buktikan dalam litigasi, Wayfarer Studios dan rekanannya terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum dan bersifat pembalasan terhadap Ibu Lively hanya karena mencoba melindungi dirinya sendiri dan orang lain di lokasi syuting. Dan tanggapan mereka terhadap gugatan tersebut adalah dengan meluncurkan lebih banyak serangan terhadap Ibu Lively," papar pengacara Lively.
Pihak Lively menambahkan, pihak Justin Baldoni justru menggunakan taktik klasik dengan cara menyalahkan korban dan membalikkan korban menjadi pelaku.
Dia juga mengatakan, pemberitaan media terkait pelecehan seksual yang dialami Lively bukanlah pembenaran atas peristiwa yang terjadi. Karena pembuktian kebenaran hanya dapat dilakukan di pengadilan.
"Kami akan terus mengajukan tuntutannya di pengadilan federal, di mana aturan hukum menentukan siapa yang menang, bukan hiperbola dan ancaman," katanya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
