Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Agustus 2020, 03.55 WIB

Rentetan ’’Tembakan” Murai Batu bernama Sincan yang Menggoda Telinga

BURUNG FIGHTER: Moch Hasan membuka kerodong sangkar Sincan. Rentetan tembakan Sincan membuat para kicau mania terpukau. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

BURUNG FIGHTER: Moch Hasan membuka kerodong sangkar Sincan. Rentetan tembakan Sincan membuat para kicau mania terpukau. (Robertus Risky/Jawa Pos)

BERISIK, tapi asyik. Kadang juga bikin telinga sakit. Terutama saat Sincan mengeluarkan suara rentetan ”tembakan” dari paruh hitamnya. Sincan satu ini memang bukan tokoh kartun Jepang. Melainkan nama murai batu Sumatera milik Moch. Hasan, salah seorang penghobi murai batu di kawasan Rungkut.

Usia Sincan baru setahun. Masih tergolong muda untuk ukuran murai batu. Tapi, kemampuannya berkicau sudah bikin bangga sang pemilik. Ia mampu menyabet juara III di kompetisi regional Jatim pada awal Maret lalu. Berprestasi di usia belia membuat Sincan diincar para kicau mania. Setelah kompetisi, Sincan pernah ditawar Rp 20 juta.

Sejak dikeluarkan dari kandang belakang rumah Hasan, trahnya sebagai burung fighter sangat terlihat. Begitu kerodong (penutup) sangkar dibuka dan melihat murai baru lain, kicauan Sincan tidak pernah putus. Sambil membusungkan dada, menaik-turunkan ekor panjangnya, kicauan Sincan sambung-menyambung. Menirukan berbagai kicauan burung dalam satu irama panjang.

Ya, kelebihan burung bernama Latin Copsychus malabaricus itu memang terletak dari kicauannya. Murai batu termasuk salah satu spesies burung cerdas. Dengan kemampuan meniru yang apik. Berbagai jenis suara burung bisa ditiru persis. ”Saya tutup lagi ya,” ujar pria kelahiran 7 Juni 1978 itu sambil menutup sebagian sangkar dengan kerodong.

Menutup kerodong memang dia lakukan agar aneka murai batu miliknya tidak saling adu suara. Menunjukkan siapa yang terbaik. Setelah ditutup, keramaian kicauan di rumah Hasan berkurang. Tinggal satu dua kicauan yang sesekali bersahutan.

Refleks ”bertempur”, istilah penghobi, disebut pertanda bagus saat burung berbalas kicauan. Artinya, sifat liar murai batu ketika bertemu penjantan lain masih terjaga. Mental itu penting. Tujuannya, saat burung naik di gantangan perlombaan, kicauannya keras dan mampu bersaing dengan murai batu lain.

Selain mental, ciri kualitas murai batu yang bagus juga bisa dilihat dari jumlah kicauan yang dikuasainya. Semakin banyak dan variatif, kualitas burung bisa meningkat. Kemampuan variasi kicauan itu bisa dilatih melalui proses mastering. Penguasaan kicauan bisa dilatih dengan mendekatkan murai batu dengan jenis burung lain yang mempunyai kicauan bagus. Sesuai dengan keinginan. Saat mastering, Hasan memilih beberapa jenis burung yang didekatkan ke murai yang dia latih suara. Misalnya, burung cililin, cucak jenggot, kenari, prenjak, kolibri, dan love bird.

Pria asli Jember itu menyebutkan, puluhan koleksi murai batunya saat ini sudah mempunyai kemampuan berkicau secara lengkap. Kualitas itu membuat banyak murai batu miliknya sering menyabet juara, baik tingkat regional maupun nasional.

Bahkan si Hammer, salah satu murai batu miliknya, pernah menjuarai ajang internasional Asia Cup pada 2011 yang diselenggarakan di Singapura. Si Hammer, yang kini berusia 25 tahun, waktu itu menyabet juara I. Mengalahkan 50 peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara. ”Langsung saat itu juga, si Hammer ditawar tujuh ratus juta,” ucapnya. Namun, Hasan tidak mau melepas Hammer karena telanjur cinta. Kalaupun ada yang menawar lagi, Hasan siap-siap pasang tarif selangit agar si Hammer tetap bersamanya. ”Kalau dibeli Rp 2 miliar, saya baru mau,” ucapnya, lantas tertawa.

Mandi Tiga Hari Sekali, Masteran dengan Burung Asli


Menjadikan murai batu gacor seperti Sincan memang tidak mudah. Dibutuhkan perawatan dan ketelatenan ekstra agar bisa menjadi sang juara di gantangan. Moch. Hasan punya berbagai tip untuk melatih si ekor panjang itu menjadi merdu, lincah, dan garang di pertandingan.

Salah satunya rutin menjemur burung setiap pagi. Tidak perlu lama-lama, cukup lima menit. Antara pukul 07.00 hingga 09.00. Kalau sudah di atas jam itu, sebaiknya burung tidak dijemur.

”Kecuali kalau sedang mabung (molting) ya, burung tidak perlu dijemur,” ucapnya. Saat mabung atau proses ganti bulu, kondisi murai batu memang rentan. Kalau tetap dijemur saat mabung, bulu burung yang tumbuh akan rusak. Sebaiknya tetap dikerodong di sangkar.

Untuk melatih kicau burung, Hasan memilih menggunakan kicau dari burung asli. Artinya, burung masteran disandingkan dengan murai. Saat ini memang banyak teknologi masteran yang menggunakan MP3. Namun, menurut dia, suara khas alam dengan burung hidup akan lebih baik. ”Kalau dengan burung asli, ocehannya menurut saya beda,” tutur bapak dua anak tersebut.

---

AJANG BURUNG-BURUNG FIGHTER

ANNIVERSARY SOBAT DF: Minggu, 23 Agustus, Puspa Agro, Jalan Sawunggaling 177, Sidoarjo, pukul 09.00 WIB.

ROAD SHOW APBN KORWIL GERBANGKERTOSUSILA I: Minggu, 30 Agustus, halaman parkir Gedung Juang 45 Surabaya, pukul 10.00 WIB.

MERDEKA CUP 1: Minggu, 30 Agustus, Jalan Raya Kenongo, Tulangan, Sidoarjo, pukul 10.00 WIB.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=UdWTKBLml6w

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore