
Menpora Imam Nahrawi dan Indra Sjafri menandatangani bola pada Okky Splash Youth Soccer League 2018 seusai konpres di Kemenpora Jakarta.
Kolaborasi Indra Sjafri dan Ustad Yusuf Mansur berbuah pada penanganan tiga klub dan pendirian akademi. Tak tertutup kemungkinan melatih timnas atau klub Liga 1 lagi.
AGAS PUTRA HARTANTO, Jakarta
---
HARI ini dia bisa saja ada di Tangerang. Berkutat dengan manajemen Persikota. Tapi, keesokan harinya bisa jadi dia sudah terbang ke Bontang. Menyeleksi pemain untuk akademi sepak bola. Dan, lusanya balik ke Jakarta lagi. Menjadi instruktur kepelatihan.
Begitulah hari-hari Indra Sjafri kini dijalani. Itu seturut multiperan yang dijalani mantan pelatih tim nasional (timnas) U-19 dan Bali United tersebut sekarang.
Sesuatu yang tergolong baru di persepakbolaan Indonesia. Belum pernah terjadi sebelumnya seorang pelatih memainkan peran berbeda-beda di berbagai klub. Bahkan, belakangan Indra dikabarkan bakal memegang kembali timnas U-19.
"Ini bagian dari usaha saya mewujudkan ratusan cita-cita saya untuk sepak bola Indonesia. Puncaknya, saya ingin melihat Indonesia bisa tampil seperti di Piala Dunia 1934," katanya saat ditemui di kantor Kemenpora pada pertengahan bulan lalu (14/3).
Saat ditemui di kantor Kemenpora itu, Indra baru balik dari Polandia. Mengantarkan salah seorang anak didiknya, Egy Maulana Vikri, yang diperkenalkan sebagai pemain baru Lechia Gdansk. "Saya sangat bangga dan haru melihat anak bangsa diperlakukan layaknya pemain top Eropa," ucap pelatih yang membawa Evan Dimas Darmono dkk menjuarai Piala AFF U-19 lima tahun lalu itu.
Bak gayung bersambut, berbagai rencana dan impian pria 55 tahun itu sampai ke telinga Ustad Yusuf Mansur. Melalui sambungan telepon, Indra pun dihubungi pendiri Pondok Pesantren Daarul Qur'an itu. Mereka pun sepakat bersama-sama membuat wadah sepak bola untuk mendukung PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dalam mengembangkan pemain muda Indonesia.
Yusuf merasa satu misi dengan Indra. Di matanya, pelatih kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat, itu punya aura positif bagi sepak bola Indonesia. "Ya, gua kan nggak paham nih soal bola. Nah, Coach Indra nih yang paham teknisnya, ibarat tukang masaknya," ujar ustad 41 tahun itu.
Terbentuklah Indra Sjafri Yusuf Mansur (ISYM) Management. Mereka punya tiga misi untuk kemajuan sepak bola dalam negeri. Pertama, menjadi konsultan dalam manajemen klub sepak bola. Lalu, membangun akademi sepak bola. Terakhir, mencetak minimal 1.000 pelatih sepak bola profesional.
Langkah bahkan sudah diayunkan. Saat ini manajemen tersebut sudah mengakuisisi tiga klub: Persikota, Persika Karawang, dan Malang United.
Persikota pernah menghebohkan di musim pertamanya di kasta teratas pada musim 1998-1999. Sampai-sampai dijuluki Bayi Ajaib. Tapi, minimnya dana membuat mereka terbenam sejak lima tahun silam.
Tapi, kucuran dana dari Paytren, perusahaan milik Ustad Yusuf, membuat si Bayi Ajaib bangun lagi dan bersiap terjun di Liga 3. Sementara itu, ISYM Management mengambil peran dalam mengatur manajerial klub.
Ada yang menyebut Indra menjadi direktur teknik di Persikota. Ada juga kabar bahwa dia langsung yang akan menjadi pelatih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022