Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01.12 WIB

Doktif Antara Kecewa dan Prihatin Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan

Dokter Detektif atau Doktif. (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Dokter Detektif atau Doktif. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang mengabulkan penangguhan penahanan Richard Lee memunculkan beragam reaksi. Salah satunya datang dari Dokter Detektif alias Doktif selaku seteru. Dia mengaku menyimpan rasa kecewa sekaligus iba terhadap kondisi dokter kecantikan tersebut selama menjalani penahanan.

Doktif secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya bisa menerima keputusan tersebut dari sisi emosional. Namun, sebagai seorang dokter yang memahami kondisi kesehatan seseorang, ia juga tidak menutup mata terhadap keadaan Richard Lee yang dinilai kondisinya memang cukup memprihatinkan.

Menurut Doktif, perasaan kasihan justru lebih besar dibandingkan kekecewaan yang dirasakannya setelah mengetahui kondisi Richard selama berada di dalam tahanan.

"Jujur ya, dari lubuk hati yang paling dalam kalau kecewa, ada. Tapi kalau melihat kondisinya, Doktif memang pernah lihat sendiri kondisinya memang cukup memprihatinkan, tapi bukan mengkhawatirkan," ujar Doktif.

Ia menjelaskan, kondisi Richard Lee juga menjadi perhatian setelah dirinya memperoleh informasi dari penyidik yang memeriksa Richard di dalam lapas. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan laporan Doktif yang disebut telah naik ke tahap penyidikan.

Dari informasi yang diterimanya, Richard disebut mengalami kesulitan makan hingga mengalami penurunan berat badan. Selain itu, ia juga dikabarkan kesulitan untuk tidur selama menjalani penahanan.

"Dia memang kurus, tidak bisa makan, susah, kesulitan makan, susah juga untuk tidur," kata Doktif.

Kondisi tersebut membuat Doktif melihat persoalan ini dari sudut pandang kemanusiaan. Meski memiliki kekecewaan, ia mengaku tetap mempunyai rasa iba terhadap seseorang yang sedang menghadapi persoalan hukum sekaligus mengalami kesulitan menjaga kondisi fisiknya.

"Nah, di sini Doktif sebagai seorang dokter yang juga punya rasa iba, Doktif lebih merasa kasihan dibandingkan dengan kekecewaan itu sendiri," tuturnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore