JawaPos.com - Kebakaran hebat yang terjadi di Los Angeles (LA), Amerika Serikat, menjadi sorotan publik dunia. Kebakaran tersebut dikabarkan telah hanguskan 40.000 hektar lahan di wilayah Greater Los Angeles.
Akibat kebakaran hebat tersebut, mengakibatkan kurang lebih 12.300 rumah dan bangunan hancur dengan total kerugian diprediksikan mencapai 250-275 miliar USD atau sekitar Rp 4000 triliun hingga Rp 4.469 triliun.
Netizen di Indonesia mengaitkan kebakaran di Amerika dengan azab atau karma atas sikap Amerika yang membela Israel mati-matian. Netizen pun mengingat pernyataan Amerika yang sempat menyatakan akan menjadikan Palestina sebagai neraka.
Cinta Kuya tidak setuju dengan pernyataan sejumlah netizen Tanah Air yang menganggap kebakaran di Los Angeles sebagai karma atau azab. Putri Uya Kuya dan Astrid yang saat ini kuliah di Amerika keberatan dengan opini tersebut.
"Gue muak dan jijik sama orang yang komen seenak jidat dengan bencana/musibah kebakaran ini. Gimana kalau ini terjadi pada kalian? Tolong yang ramah, menghargai, dan baik," ujar Cinta Kuya di akun media sosialnya.
"Ngomongin karma, ingat ya hal kayak di sana juga bisa saja kejadian di kita. Makanya please jangan jahat-jahatlah jadi orang. Dikasih empati sama Tuhan bukan cuma buat pajangan," imbuh Cinta Kuya.
Dia juga menyebut, orang-orang yang jadi korban di Amerika juga ada orang Indonesia yang beragama Islam. Bahkan, orang-orang Amerika sendiri banyak juga yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang merugikan Palestina.
"Jangan samakan pemerintah Amerika dan kebijakannya dengan masyarakat biasa di Amerika. Karena banyak sekali warga Amerika sendiri yang tidak setuju dan mengutuk keras apa yang dilakukan pemerintah pada Palestina," paparnya.
Cinta Kuya menegaskan, demo-demo sering digelar di negeri Paman Sam untuk menunjukkan dukungan masyarakat Amerika terhadap Palestina. Dan orang-orang yang melakukan aksi demo itu adalah warga Amerika asli.