
MEGAH: Salah satu Gedung KDMP Polokarto, Sukoharjo yang sudah selesai dibangun namun belum dioperasikan. Pelayanan dilakukan door to door. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih perlu membuktikan dapat memangkas rantai distribusi dan menstabilkan harga barang di tingkat desa sebagai ukuran keberhasilan program pada tahap awal operasional.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi peresmian operasional sekitar 1.000 Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada bulan lalu, serta target pemerintah mengoperasikan 20.000 hingga 30.000 koperasi pada Agustus 2026.
Menurut Dipo, efektivitas Kopdes tidak seharusnya diukur dari banyaknya koperasi yang diresmikan atau mulai beroperasi, melainkan dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan Kopdes adalah kemampuannya mengurangi disparitas harga di tingkat lokal.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan Kopdes yang diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi barang yang selama ini melibatkan banyak perantara atau tengkulak.
"Indikatornya untuk bulan-bulan pertama … efek stabilisasi harga lokal. Karena ide Kopdes adalah memotong rantai distribusi tengkulak yang panjang. Jadi sebenarnya keberhasilannya adalah dari disparitas harga," ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (11/6).
Selain dampak terhadap harga, Dipo mengatakan, kinerja operasional koperasi juga perlu dipantau melalui tingkat perputaran persediaan (inventory turnover), yang tecermin dari volume transaksi dan kecepatan perputaran barang. Indikator tersebut dinilai penting untuk mengetahui apakah koperasi benar-benar menjalankan aktivitas usaha yang produktif dan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa.
Dipo juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan arus kas (cash flow) dan rasio kredit koperasi sejak masa awal operasional. Menurut dia, aspek tata kelola keuangan perlu mendapat perhatian khusus mengingat Kopdes memperoleh dukungan dana operasional pada tahap awal pembentukannya.
Ia menilai pemantauan terhadap indikator-indikator tersebut penting untuk memastikan Kopdes tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan usaha yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022