Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 11.30 WIB

Menkeu Purbaya Tiba-tiba Datangi Pasar Tanah Abang, Ternyata ini Alasannya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lonjakan harga minyak mentah di atas 100 USD tidak langsung naikkan anggaran subsidi energi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lonjakan harga minyak mentah di atas 100 USD tidak langsung naikkan anggaran subsidi energi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan di balik kunjungannya yang mendadak ke Blok A, Pasar Tanah Abang, pada Senin (9/3) siang. Kedatangannya ternyata untuk mengecek langsung kondisi daya beli masyarakat di tengah munculnya berbagai analisis yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.

Purbaya mengatakan, belakangan banyak ekonom yang menilai daya beli masyarakat menurun bahkan menyebut Indonesia menuju resesi. Karena itu, ia memutuskan datang langsung ke pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Jadi kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur, pasar tadi lah hancur nggak ada yang datang. Saya pengen cek karena kalau data-data kita, ekonomi lagi bagus,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Pasar Tanah Abang.

Dari hasil pantauannya, Purbaya mengaku bahwa aktivitas jual beli di pasar tetap ramai. Ternyata, masih banyak masyarakat yang berbelanja sehingga ia membantah penilaian turunnya daya beli masyarakat RI.

“Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu saja betul apa nggak. Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, itu pasar juga masih ramai,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, saat dirinya tiba di lokasi bahkan banyak masyarakat yang berkumpul di sekitar pasar. Hal itu, menurut dia, menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan cukup baik.

Dari pengamatannya tersebut, Purbaya menilai daya beli masyarakat masih terjaga dan kondisi ekonomi domestik belum menunjukkan tanda-tanda resesi. Itu sebabnya, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut dengan penilaian-penilaian yang ada.

“Lalu saya datang ke sana tuh tiba-tiba banyak orang ngumpul. Artinya di sekeliling kita kan banyak orang yang lagi belanja,” ujar Purbaya.

“Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi, apalagi dari krisis kita jauh dari krisis. Jadi ekonomi kan sedang bagus. Teman-teman nggak usah takut,” tambahnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore