
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap USD. (Istimewa)
JawaPos.com - Pada awal perdagangan pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Indonesia tercatat turun sebesar 76 poin atau sekitar 0,45 persen sehingga berada di posisi Rp 17.001 per USD.
Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih mengalami tekanan.
Hingga pukul 11.19 WIB menjelang penutupan sesi pertama perdagangan, IHSG berada di level 7.334 setelah terkoreksi 3,31 persen atau setara 250,9 poin.
Melihat hal ini, Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menjelaskan bahwa pelemahan nilai rupiah bisa berdampak pada sisi ekonomi dengan kenaikan pada harga komoditas dan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Esther, salah satu penyebabnya logistik dan transportasi diharuskan mencari rute jalur yang aman, meski jalurnya lebih panjang dan mahal, imbas eskalasi konflik yang meningkat antara Iran melawan Israel-AS.
“Logistik dan transportasi harus cari rute jalur yg aman meski jalurnya lebih panjang jadi lebih mahal. Selain itu keamanan angkutan minyak dan komoditas lainnya juga kurang. Maka kapal yang berangkat pun juga lebih sedikit maka biasanya biayanya lebih mahal,” kata Eshter saat dihubungi JawaPos.com, Senin (9/3).
Esther menjelaskan, hal ini akan berdampak pada kenaikan anggaran subsidi BBM di APBN.
Pasalnya, jika harga minyak naik, maka asumsi harga minyak di APBN perlu direvisi. Bahkan, sektor penerbangan juga disebutkannya berpotensi terganggu.
“Potensi kenaikan harga (tiket) penerbangan juga bisa terjadi karena penerbangan tidak aman dan harus mutar,” jelas dia.
Dengan ini, Esther memberikan solusi untuk strategi ke depannya. Yakni mendapatkan pemasukan dalam bentuk USD lebih banyak seperti dari sektor pariwisata dengan menarik turis asing lebih banyak.
“Kalau di Turki, mereka bisa bayar barang yang dibeli dengan tiga mata uang yakni mata uang lokal, USD, dan Euro. Hedging setiap kontrak ekspor impor misalnya dengan mematok nilai USD sebesar Rp 16.000. Kemudian bisa mengurangi impor-ekspor dengan menggunakan USD misalnya transaksi bisa dengan mata uang yuan jika kita impor dari Tiongkok,” tukas dia.
