
Petir menyambar saat hujan turun dikawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Senin (28/11/2022). Menurut peringatan dini BMKG, 29 wilayah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Tak hanya peringatan dini cuaca ekstrem, BM
JawaPos.com–Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Jogjakarta dalam posisi siaga 24 jam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada pengujung 2022 hingga awal 2023.
”Kami siaga termasuk juga elemen-elemen kebencanaan lain juga kami imbau agar meningkatkan kesiapsiagaan melalui forum-forum pengurangan risiko bencana di DIJ,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIJ Lilik Andi Aryanto seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Rabu (28/12).
Menurut Lilik, peningkatan kesiapsiagaan tersebut merespons surat edaran Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X Nomor 360/20913 menyusul informasi dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem mulai 25 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Sebanyak 32 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 25 personel Pusdalops BPBD DIJ seluruhnya disiagakan 24 jam.
”Kesiagaan serupa juga dilakukan komunitas di seluruh desa tangguh bencana di DIJ,” tutr Lilik Andi Aryanto.
Lilik menuturkan, personel TRC BPBD DIJ melalui pos yang tersebar di lima kabupaten/kota telah mengintensifkan pemantauan di sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak bencana, khususnya banjir dan tanah longsor. Sejak awal tahun hingga akhir 2022, banjir dan tanah longsor merupakan bencana yang dominan terjadi di DIJ.
”Kecenderungan tanah longsor terutama di Gunungkidul dan Kulon Progo. Kemudian yang kedua banjir seperti yang terjadi di Bantul dan Gunungkidul beberapa waktu lalu,” terang Lilik Andi Aryanto.
Untuk mengantisipasi dampak kerusakan apabila terjadi bencana, menurut dia, BPBD DIJ juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ.
”Terutama terhadap potensi kerusakan di jalan-jalan provinsi, Dinas PU siap dihubungi 24 jam,” papar Lilik Andi Aryanto.
Dia mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan yang berlibur di Jogjakarta tidak perlu panik meski tetap aktif memantau informasi terbaru dari BMKG. ”Kalau kondisi hujan lebat sebaiknya menghindari daerah-daerah sungai serta tebing,” kata Lilik Andi Aryanto.
Selain itu, dia juga meminta wisatawan atau masyarakat yang mengunjungi destinasi wisata pantai selatan, agar tidak mandi di bibir pantai mengantisipasi gelombang tinggi. ”Kami mengimbau untuk masyarakat yang berwisata ke pantai menaati imbauan dari petugas,” ucap Lilik Andi Aryanto.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang disertai petir, dan gelombang tinggi dapat meliputi bagian wilayah Indonesia pada pengujung 2022 hingga awal 2023. Kondisi cuaca ekstrem selama kurun itu diprakirakan terjadi di bagian Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan yang akan ke pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Jogjakarta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di laut selatan Jabar hingga DIJ.
