
Ilustrasi. Prostitusi online
JawaPos.com–Psikolog anak Endang Setianingsih menilai, pengaruh hedonisme (gaya hidup) menjadi salah satu penyebab terjadinya prostitusi anak yang terus berulang di Aceh. Pernyataan itu disampaikan Endang menanggapi adanya dugaan kasus prostitusi anak di Kabupaten Aceh Barat baru-baru ini, apalagi masalah serupa sudah sering terjadi dan terus berulang di Aceh.
”Hedonisme itu sendiri suatu paham yang dianut remaja tentang pemburu kenikmatan, kesenangan, dan kebahagiaan pribadi yang menjadi tujuan utama dalam menjalani hidup. Sehingga, mereka dengan mudah tergiur dan terjerumus ke hal negatif,” kata Endang Setianingsih seperti dilansir dari Antara di Banda Aceh, Senin (7/12).
Endang mengaku sangat miris mendengar pemberitaan prostitusi anak kembali terulang. untuk itu hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua, terutama para orang tua yang kurang mengontrol anaknya.
Endang menjelaskan, hedonisme bisa menjadi kemungkinan terbesar pada diri anak karena gaya hidup yang dianut kaum muda adalah pandangan yang berdasar pada hawa nafsu semata.
”Hal tersebut sangat erat hubungannya dengan kekayaan duniawi, kenikmatan batin, kenikmatan seksual, serta kebebasan, dan kekuasaan,” terang Endang.
Endang menyampaikan, pemicu dari penganut paham hedonisme itu dapat terjadi akibat faktor internal yakni dirinya sendiri, di mana sudah menjadi sifat dasar manusia ingin memiliki kesenangan sebanyaknya dengan bekerja seringan mungkin. Kemudian faktor eksternal, di mana pengaruh masuknya budaya luar membuat orang bahagia sehingga beradaptasi dengan budaya tersebut yang dianggap dapat menciptakan kesenangan.
”Tentu ini perlu perhatian khusus terhadap perkembangan anak, baik itu keluarga maupun lingkungan pergaulan anak agar tidak terjerumus pada pergaulan menyimpang,” kata Endang, psikolog di Rumah Layanan Psikologi (RLP) itu.
Tak hanya orang tua, Endang juga menilai perhatian pemerintah tentang pendidikan juga sangat penting dan utama, perlu diperketat pada sistem pengawasan dan adanya evaluasi.
Selain hedonisme, Endang melihat juga ada beberapa faktor lain penyebab prostitusi yang melibatkan anak. Di antaranya keluarga. ”Keluarga adalah faktor utama dari semua persoalan ini, karena karakter dan pendidikan agama diterima dari dari keluarga atau menjadi madrasah pertama membentuk mental dan jiwa anak,” papar Endang.
Kemudian, faktor ekonomi juga bisa menjadi dasar, pendidikan, lingkungan serta perdagangan orang. ”Lingkungan sangat perlu diperhatikan, karena di usia remaja anak mengalami transisi dan pencarian identitas diri. Anak perlu diawasi,” ujar Endang, psikolog forensik anak itu.
Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Barat baru-baru ini mengendus indikasi dua orang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di daerah tersebut menjadi korban prostitusi daring (online). Dua pelajar yang diduga menjadi korban prostitusi secara daring tersebut diketahui setelah beberapa foto diduga mirip dengan korban beredar di media sosial, sehingga kemudian masalah itu diketahui pihak sekolah dan dilaporkan ke MPD Aceh Barat.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=TDxC49I3P9w
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022