
FASAD MELENGKUNG: Bentuk lengkung pada bagian fasad dibuat untuk merespons posisi tapak yang berada pada sumbu tusuk sate jalan perumahan.
Sebagai hunian masa pensiun, Rumah Ijen dirancang dengan mengutamakan rasa aman dan nyaman. Baik dari segi bentuk, material, akses, maupun layout ruangan. Rasa nyaman tersebut juga menyangkut memori personal penghuni yang pernah bermukim di pedesaan Belanda.
BANGUNAN Rumah Ijen didesain satu lantai tanpa banyak perbedaan level oleh arsitek Office SA (Office Shabrina Artiandi). Dengan begitu, akses mobilitas di hari tua akan mudah. Sang klien, Ratnawati Widjaja, ingin rumah ini tampil lebih sederhana di sekitar lingkungan kompleks, tetapi tetap mewakili ingatan akan rumah-rumah tua di lingkungan monastik pedesaan Belanda.
Penataan ruangan dibuat minim sekat. Keterhubungan dengan area asisten rumah tangga dibuat relatif dekat dan terbuka. Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur pun dijadikan satu tanpa batasan masif. ’’Pengaturan itu dibuat agar suasana rumah tidak terasa terisolasi,” tutur Artiandi.
Proses memasak, makan, dan bersantai di area keluarga adalah momen komunikasi. Apabila ada tamu datang, penghuni dapat menjamu sambil memasak dan mengobrol, kemudian bersantai sambil menyantap hidangan atau menonton TV.
Rumah Ijen berdiri di atas tapak berbentuk segitiga dengan posisi tapak berada di tusuk sate jalan perumahan. Karena itu, bagian fasad dibentuk melengkung. Hal itu bertujuan menghalau axis atau sumbu tusuk sate sekaligus menguasai bentuk batas tapak depan. ’’Jadi, ruang dalam bisa tetap optimal tanpa melanggar batas garis sempadan bangunan,” lanjutnya.
FASAD MELENGKUNG: Bentuk lengkung pada bagian fasad dibuat untuk merespons posisi tapak yang berada pada sumbu tusuk sate jalan perumahan.
Dengan mayoritas massa bangunan yang detached atau ’’terpisah’’ dari benteng kavling, sebagian besar ruangan dalam rumah setidaknya memiliki dua muka yang bersentuhan dengan udara luar. Dengan demikian, itu memudahkan penetrasi cahaya dan sirkulasi udara.
Ventilasi silang tersebut didukung dengan variasi operable dan bovenlicht windows pada permukaan fasadnya. ’’Dalam satu tapak yang terbatas ini, massa bangunan dipecah jadi tiga fragmen yang dipisahkan rongga-rongga cahaya maupun rongga udara terbuka yang cukup,” papar Artiandi.
Mengenai tampilan dinding eksterior yang unik, arsitek dan kontraktor secara khusus membuat tekstur dinding plester yang terlihat seperti permukaan batu travertine. Atap dirancang dengan bentuk perisai, tetapi memiliki ujung berbentuk atap pelana pada bagian belakangnya. ’’Atap miring yang dibuat dari struktur baja ringan dan penutup atap bitumen itu dikombinasikan dengan atap beton pada bagian sayap-sayap bangunan,” jelas Artiandi.
Unsur putih menjadi pulasan warna yang mendominasi setiap ruangan. Warna cokelat dan aksen kayu senada dengan perabot antik koleksi penghuni memberikan kesan elegan. ’’Lantai indoor didominasi kombinasi lantai granit dan keramik. Sedangkan lantai teras menggunakan kayu bengkirai asli,” tuturnya.
Perpaduan tone putih dan kayu menghasilkan kesan bersih dan hangat, cocok dipadukan dengan pencahayaan temaram. Menghasilkan atmosfer ruangan yang lebih segar dan energik saat pagi-siang, lalu berubah temaram hangat saat malam. (lai/c12/nor)
---
RUMAH IJEN
VIBE ELEGAN: Tone putih dan kayu pada interior menghasilkan atmosfer ruangan yang bersih dan hangat.
