
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-9 PAAI dengan tema Lompatan Besar Agen Asuransi di Era Artificial Intelligence (AI). (Istimewa)
JawaPos.com – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di era modern terbukti sudah banyak membantu banyak sektor mengembangkan pola baru dalam beraktivitas dan bekerja.
Di dunia asuransi, perkembangan AI bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi agen asuransi untuk melakukan lompatan transformasi.
“Kehadiran AI justru dapat memperkuat peran agen dalam memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, personal, dan humanis, sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) M. Idaham dalam keterangan tertulis yang diterima.
Idaham menyampaikan hal tersebut di momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-9 dengan mengusung tema Lompatan Besar Agen Asuransi di Era Artificial Intelligence (AI).
Acara yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta secara hybrid ini dihadiri oleh regulator, akademisi, pelaku industri, dan sekitar 1.000 agen asuransi dan para leader yang mengikuti kegiatan ini secara offline dan online.
Dengan dukungan teknologi AI, lanjut Idaham, agen dapat memperoleh informasi lebih cepat, melakukan analisis lebih tajam dan membangun personal branding yang lebih kuat.
"AI justru bisa menjadi senjata yang memperkuat eksistensi agen asuransi di era digital. Harapan kami ke depan adalah terjalinnya dukungan lebih erat dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) maupun Dewan Asuransi Indonesia (DAI), sehingga agen sebagai pilar utama distribusi dapat semakin diperkuat posisinya di tengah dinamika industri yang terus berkembang," katanya.
Sementara itu, akademisi dan praktisi bisnis Prof. Rhenald Kasali yang turut hadir menjadi pembicara menyampaikan bahwa para agen asuransi perlu beradaptasi dengan perubahan zaman di tengah attention economy dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
"Para agen dituntut untuk terus mengasah kreativitas, melakukan reskilling, serta membangun disiplin diri, karena dinamika demografi di masa depan akan terus berubah," ujarnya.
Menurutnya, era AI harus disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas para agen. "Tentu AI dan teknologi apapun memberikan peringatan kepada setiap pemimpin untuk reskill dan upskill kapasitas mereka untuk membudidayakan AI dengan tepat sasaran. Ada begitu banyak hal yang bisa difasilitasi teknologi dan juga ada banyak yang masih memerlukan pemfasilitasian manusia," pungkasnya.
